Selasa, 23 Oktober 2018

Polri Imbau Warga Tak Datangi KPU

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Kepolisian berjalan di areal Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat berlangsungnya rapat pleno lanjutan rekapitulasi penghitungan suara tingkat nasional pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden 2014, Jakarta Pusat, 21 Juli 2014.  TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Anggota Kepolisian berjalan di areal Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat berlangsungnya rapat pleno lanjutan rekapitulasi penghitungan suara tingkat nasional pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden 2014, Jakarta Pusat, 21 Juli 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Boy Rafli Amar mengimbau warga tak mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) esok hari. Menurut Boy Rafli, warga cukup melihat pengumuman hasil pemilihan presiden dan wakil presiden lewat media massa, media elektronik, ataupun media sosial. (Baca juga: Massa Prabowo Ancam Duduki KPU Lagi)

    "Tak perlu ada massa berbondong-bondong mendatangi para komisioner KPU karena hasil tak akan berubah juga," kata Boy Rafli saat ditemui Tempo di Bareskrim Mabes Polri, Senin, 21 Juli 2014. (Baca juga: Jokowi Jamin Besok Tidak Rusuh)

    Boy Rafli mengatakan warga tak perlu khawatir terhadap isu rusuh yang merebak di tengah masyarakat beberapa hari belakangan ini. Menurut Boy Rafli, pilpres tahun ini akan sama saja dengan pilpres sebelumnya yang berlangsung damai dan aman. "Jika ingin keluar rumah, silakan. Tapi, hindari ruas jalan di sekitar KPU karena lalu lintas diprediksi padat," kata Boy Rafli. (Baca juga: SBY: Mengakui Kekalahan Itu Mulia)

    Menjelang pengumuman oleh KPU tentang hasil pemilu presiden esok hari, kepolisian menyatakan akan mengawasi pergerakan massa dari luar Jakarta yang ingin datang ke Ibu Kota. "Ada beberapa titik yang sudah kami amankan," ujar Kepala Divisi Humas Markas Besar Kepolisian RI Ronny Frankie Sompie di Jakarta, Sabtu, 19 Juli 2014.

    Menurut Ronny, Mabes Polri telah memprediksi beberapa daerah yang menjadi asal pergerakan massa, seperti Jawa Barat dan Banten. Di Jawa Barat, tutur Ronny, Mabes sudah menempatkan petugas di tujuh titik. Sedangkan di Banten, pasukan ditempatkan di tiga titik.  "Pasukan untuk mencegah massa agar tidak datang ke Jakarta."

    Untuk memudahkan pengamanan, kedua pasangan peserta pemilihan presiden, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla, sudah sepakat tak datang ke KPU.  "Mereka juga setuju untuk tidak mendatangkan massa ke KPU," kata dia. Kedua pasangan akan memantau rekapitulasi dari markas masing-masing.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA

    Terpopuler
    Jokowi Batal Balik Jadi Gubernur Jika Ini Terjadi
    Deklarasi Ansharul Khilafah Dukung ISIS Dibubarkan
    Hamas Tangkap Seorang Tentara Israel
    iPad Milik Korban MH17 Kirim Pesan ke Keluarga
    Ahok Ngamuk Tamunya Kemalingan di Balai Kota
    Tujuh Polisi Indonesia Masuk Tim Investigasi MH17
    Jokowi Balik Jadi Gubernur DKI pada 23 Juli
    Ini Data Korban Kekerasan Geng Motor di Cirebon
    Jatuhnya MH17 Tewaskan 20 Keluarga Sekaligus
    Dukung Palestina, SBY Hubungi Mahmud Abbas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.