Selasa, 23 Oktober 2018

Saksi Prabowo Tolak Hasil Rekapitulasi Bali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres  Prabowo Subianto. ANTARA/Reno Esnir

    Capres Prabowo Subianto. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Saksi pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menolak hasil rekapitulasi pemilu presiden Provinsi Bali. Menurut saksi, masih banyak sengketa yang belum dituntaskan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

    "Tolong dicatat, saksi nomor 1 tolak hasil rekapitulasi Provinsi Bali," kata Rambe Kamarul Zaman, ketua tim saksi Prabowo-Hatta, dalam rapat pleno di gedung KPU, Senin, 21 Juli 2014. Penolakan itu dilakukan, karena tim Prahara menganggap, sejumlah sengketa pemilihan presiden masih belum ditindaklanjuti oleh pengawas pemilu dan KPU Bali.

    Rambe mencontohkan, Tempat Pemungutan Suara (TPS) 2 dan 3 Desa Melinggih, Kecamatan Payungan, Kabupaten Gianyar, jumlah surat suara tidak sah masing-masing 59 dan 33 suara, dan perolehan Prabowo-Hatta adalah nol. "Patut diduga ada upaya menyatakan suara pasangan Prabowo-Hatta menjadi suara tidak sah," tulis saksi Prabowo-Hatta untuk Provinsi Bali, I Made Loster, dalam lembaran KPU.

    Lalu di TPS 3 Desa Marga, TPS 4 dan 7 Desa Sudimara, serta TPS 5 Desa Gubug diduga terdapat praktek serupa, yakni suara Prabowo-Hatta disulap menjadi suara tidak sah. Di Kabupaten Buleleng, diduga terdapat pengerahan pegawai negeri sipil (PNS) untuk memilih pasangan nomor urut 2, Joko Widodo-Jusuf Kalla, yang dilakukan secara terstruktur dan sistematis. (Baca juga: Hatta Rajasa Kalah, PAN Mau Oposisi atau Koalisi?)

    Beberapa kasus ini, kata Rambe, dianggap telah selesai di tingkat bawah oleh KPU dan Bawaslu. Padahal bagi saksi Prabowo-Hatta, kasus ini belum selesai.

    Mengenai tudingan ini, Ketua KPU Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi membantah KPU dan Bawaslu tak menuntaskan kasus-kasus di atas. "Semua sudah clear di tingkat desa. Sudah diklafirikasi dan tidak ada bukti," katanya. Sehingga gugatan tim Prabowo-Hatta tidak berlandaskan hukum. Anggota Bawaslu Bali, Widi Wardhana, mengamini pernyataan Kade. Semua kasus tersebut sudah diselesaikan di tingkat bawah.

    Sebelumnya, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla menang telak atas Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Provinsi Bali. Total jumlah suara yang diraup adalah 1,5 juta jiwa. "Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa 614.241, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla 1.535.110," ujar salah seorang anggota KPU Bali yang membacakan hasil rekapitulasi di depan ruang rapat pleno. Jumlah partisipasi pemilih di Bali mencapai 72,43 persen atau total 2.149.351. (Baca: SBY: Mengakui Kekalahan Itu Mulia)

    FEBRIANA FIRDAUS

    Berita lainnya
    Putus Sengketa Pilpres, MK Diminta Independen
    Jika Tak Puas, Ibas Sarankan Prabowo ke MK
    Relawan Jokowi-JK Subang Emoh Geruduk KPU
    JK: Prabowo Kalah karena Gol Bunuh Diri
    Tim Prabowo Jateng Tak Kerahkan Massa ke Jakarta
    Tim Prabowo: Kinerja Penyelenggara Pemilu Buruk
    Mahfud: Kami Tunggu Pengumuman KPU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.