Selasa, 23 Oktober 2018

Tokoh Agama Minta Capres Terima Keputusan KPU  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 di Gedung KPU, Jakarta, 20 Juli 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Suasana Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 di Gedung KPU, Jakarta, 20 Juli 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pimpinan dan tokoh agama di Indonesia menyerukan kedua kubu calon presiden dan pendukungnya mau menerima hasil keputusan Komisi Pemilihan Umum ihwal pemenang pemilihan presiden. "Kami mengimbau agar keputusan ini menjadi keputusan bersama," ujar Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sang Nyoman Suwisma di kantor Pengurus Pusat Muhammadiyah, Jakarta, Senin, 21 Juli 2014.

    Para pimpinan dan pemuka agama menilai penting bagi tiap capres untuk menerima hasil keputusan KPU dengan lapang dada. Mereka juga meminta para pendukung capres menghindari kerusuhan dan mengedepankan persatuan bangsa. "Kalau ada yang keberatan, selesaikan melalui mekanisme konstitusional secara damai," ujar Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin di tempat yang sama. (Baca: Fanatismen Pendukung Capres Bisa Picu Perceraian)

    Ada lima butir seruan kebangsaan yang dirumuskan oleh para pemimpin tersebut. Menurut mereka, seruan kebangsaan ini dilandasi semangat persaudaraan kebangsaan. "Kami tokoh dan pemuka agama-agama di Indonesia berkumpul untuk membahas dan menyepakati pernyataan bersama berupa seruan kebangsaan," ujar Din. Selain mengajak untuk menerima hasil pemilu, mereka juga mengajak semua bangsa bersyukur atas berlangsungnya pilpres dengan lancar, tertib, dan aman. (Baca: SBY: Mengakui Kekalahan itu Mulia)

    Hari ini para pimpinan dan tokoh agama di Indonesia memberikan pernyataan sikap ihwal penetapan dan pengumuman Komisi Pemilihan Umum pada Selasa besok. Ada 19 pemuka dan tokoh agama yang hadir dan ikut menandatangani lima butir seruan kebangsaan. Di antaranya Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Andreas Yewangoe, Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia Romo Edy Purwanto, Koordinator Majelis Agama Buddha Rusli Tan, dan Franz Magnis-Suseno.

    PRIO HARI KRISTANTO

    Berita lainnya
    Putus Sengketa Pilpres, MK Diminta Independen
    Jika Tak Puas, Ibas Sarankan Prabowo ke MK
    Relawan Jokowi-JK Subang Emoh Geruduk KPU
    JK: Prabowo Kalah karena Gol Bunuh Diri
    Tim Prabowo Jateng Tak Kerahkan Massa ke Jakarta
    Tim Prabowo: Kinerja Penyelenggara Pemilu Buruk
    Mahfud: Kami Tunggu Pengumuman KPU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.