Kamis, 18 Oktober 2018

Tim Prabowo Laporkan KPU Jakarta ke Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam penghitungan yang dilakukan seusai pencoblosan oleh 99 pemilih ini, pasangan Prabawo-Hatta mendapatkan 50 suara dan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla 48 suara. TEMPO/Fully Syafi

    Dalam penghitungan yang dilakukan seusai pencoblosan oleh 99 pemilih ini, pasangan Prabawo-Hatta mendapatkan 50 suara dan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla 48 suara. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim advokasi calon presiden dan wakil presiden dari poros Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto-Hatta Rajasa melaporkan Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). KPU DKI dianggap tak menjalankan rekomendasi Badan Pengawas Pemilu untuk mengecek semua tempat pemungutan suara di wilayahnya. (Baca: Jokowi Menang di DKI)

    "Ada 200 ribu lebih pemilih ilegal yang suaranya sebenarnya tak sah," kata anggota tim advokasi Prabowo-Hatta, Muhammad Taufik, di kantor DKPP, Senin, 21 Juli 2014. (Baca: Tim Prabowo Menilai Kinerja KPU Buruk)

    Pemilih yang dianggap ilegal itu adalah mereka yang memilih menggunakan kartu tanda penduduk saat mencoblos. “Tapi alamatnya tak sesuai dengan TPS tempat pemilih mencoblos,” ujarnya. Taufik berharap DKPP segera memproses laporan itu dan menindak KPU DKI.

    Sebelumnya, pada 12 Juli 2014, tim Prabowo melaporkan dugaan kecurangan dan pelanggaran kepada Bawaslu DKI dan Panwaslu di lima wilayah kota di DKI. Selain itu, pihaknya juga menuntut pemilu ulang di 5.841 TPS.

    Berdasarkan hasil rekapitulasi suara yang ditetapkan KPU DKI, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla menang dengan perolehan 2.859.894 suara atau 53,079 persen. Sementara itu, pasangan Prabowo-Hatta memperoleh 2.528.064 suara atau 46,920 persen.

    Hasil rapat pleno di tingkat provinsi itu ditetapkan pada Ahad dinihari, 20 Juli 2014, sekitar pukul 01.30 WIB di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Rapat pleno KPU DKI diwarnai aksi walk out saksi dari Prabowo-Hatta. Mereka meminta rapat pleno diundur, menunggu hasil verifikasi data pemilih di 5.841 TPS sesuai dengan rekomendasi Badan Pengawas Pemilu DKI. Namun rapat pleno tetap berjalan dengan disaksikan saksi dari pasangan Jokowi-JK dan Bawaslu.

    MUHAMMAD MUHYIDDIN

    Terpopuler
    Deklarasi Ansharul Khilafah Dukung ISIS Dibubarkan
    Jokowi Batal Balik Jadi Gubernur Jika Ini Terjadi  
    Jembatan Comal Amblas, Macetnya Sampai ke Nagreg
    Hamas Tangkap Seorang Tentara Israel
    iPad Milik Korban MH17 Kirim Pesan ke Keluarga
    Indonesia Raih Dua Gelar di Taipei Open
    Tujuh Polisi Indonesia Masuk Tim Investigasi MH17
    Seorang Mahasiswa Tewas Ditusuk Anggota Geng Motor
    Ini Data Korban Kekerasan Geng Motor Di Cirebon
    Dukung Palestina, SBY Hubungi Mahmud Abbas

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta Peluru Nyasar dari Pistol Glock 17 yang Menembus Gedung DPR

    Inilah fakta-fakta peluru nyasar, dari Glock 17, yang menembus jendela jendela gedung DPR di lantai 13 dan 16 Gedung DPR pada Senin, 15 Oktober 2018.