Tersangka Obor Rakyat Emoh Komentari Survei Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan wartawan Tempo dan Republika H. Darmawan Sepriyossa, Jakarta, 24 April 2004. TEMPO/Hendra Suhara

    Mantan wartawan Tempo dan Republika H. Darmawan Sepriyossa, Jakarta, 24 April 2004. TEMPO/Hendra Suhara

    TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka kasus pembuatan tabloid Obor Rakyat menolak mengomentari hasil hitung cepat pemilihan presiden 2014 yang dimenangkan oleh pasangan nomor urut dua, Joko Widodo-Jusuf Kalla.

    "Saya tidak mendukung salah satu kandidat presiden. Saya tidak tepat mengomentari hasil hitung cepat itu," kata Darmawan Sepriyossa setelah diperiksa penyidik Mabes Polri, Kamis, 10 Juli 2014. (Baca:Beda Pilihan Capres, Teman Bisa Bertengkar)

    Dia menganggap tulisan di Obor Rakyat tidak dibuat untuk memfitnah Jokowi. "Tulisan itu untuk mengkritisi calon presiden. Yang muncul pada saat penulisan Obor Rakyat hanya Jokowi, makanya kami mengkritisi Jokowi," ujar Darmawan berkilah.

    Edisi pertama Obor Rakyat dengan headline "Capres Boneka" banyak beredar di pesantren-pesantren di Pulau Jawa. Penerbitan dan peredaran Obor Rakyat dituding sebagai upaya untuk merontokkan citra calon presiden nomor urut dua, Joko Widodo. (Baca: Jokowi Sebut Enam Lembaga Survei yang Kredibel)

    Obor Rakyat berisi berita fitnah yang dinilai Dewan Pers menyalahi kaidah jurnalistik. Adapun edisi kedua Obor Rakyat dengan headline "PDIP Partai Salib" masih saja beredar di masyarakat awam menjelang pemilihan presiden meskimenuai kecaman. Tabloid Obor Rakyat dikirim melalui percetakan Inilah Printing. (Baca: Bawaslu Bersikap Hasil Survei Tidak Final)

    PT Pos Indonesia mengirimkan Obor Rakyat melalui kerja sama dengan PT MKS milik Muchlis Hasyim, yang merupakan anggota tim pemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

    AMOS SIMANUNGKALIT

    Terpopuler:

    Jokowi Menang, Indeks Bisa Tembus 5.200
    Hidayat: Investor Cemas Hasil Pemilu Beda Tipis
    Saat Pensiun, Djoko Kirmanto Akan Ternak Lele


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.