Jokowi-JK Menang Pemilu Presiden di Jerman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP), Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan Calon Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sesi foto bersama seusai mendeklarasikan diri sebagai Capres dan Cawapres di Gedung Joeang 1945, Jakarta Pusat, (19/5). Jokowi resmi menyatakan Jusuf Kalla sebagai pendampingnya untuk Pilpres mendatang. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Calon Presiden Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP), Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan Calon Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sesi foto bersama seusai mendeklarasikan diri sebagai Capres dan Cawapres di Gedung Joeang 1945, Jakarta Pusat, (19/5). Jokowi resmi menyatakan Jusuf Kalla sebagai pendampingnya untuk Pilpres mendatang. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Persatuan Pelajar Indonesia di Jerman, Yoga Kartiko, mengatakan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Joko Widodo-Jusuf Kalla, memenangi pemilihan presiden di Jerman. "Dari penghitungan surat suara di Jerman, dari sebanyak 957 suara, Jokowi memperoleh 676 suara," kata Yoga saat dihubungi Tempo, Rabu, 9 Juli 2014.

    Sedangkan pasangan capres dan cawapres nomor urut 1, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, ujar Yoga, hanya meraih separuh dari hasil yang diperoleh Jokowi, yakni 271 suara. Selain itu, sepuluh suara lainnya dinyatakan tidak sah.

    Menurut Yoga, angka tersebut merupakan hasil penghitungan suara warga negara Indonesia di Jerman yang mencoblos pada 5 Juli 2014 waktu Berlin. Adapun sekitar 300 surat suara yang dikirim melalui pos akan dihitung pada 13 Juli 2014 waktu Berlin. Menurut pengalaman pemilu legislatif pada April lalu, WNI di Jerman paling banyak mencoblos Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

    Yoga mengatakan WNI di Jerman lebih menyukai visi-misi yang diusung Jokowi daripada Prabowo. Biasanya, WNI melakukan riset melalui pemberitaan di Internet. Selain itu, ujar Yoga, isu pelanggaran hak asasi manusia yang ditujukan kepada Prabowo membuat suara Prabowo-Hatta di Jerman melemah. "Sebab, banyak WNI di Jerman merupakan aktivis masa Orde Baru. Prabowo mungkin punya riwayat kurang baik di pandangan para aktivis 1998," tutur Yoga.

    Hasil pemungutan suara di Jerman tidak diwarnai protes oleh dua saksi utusan masing-masing kandidat. Setelah saksi Prabowo dan Jokowi serta sejumlah forum WNI di Jerman menandatangani hasil pemilihan presiden, WNI yang berkumpul di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Jerman bubar pukul 17.00 waktu setempat.

    Sebelumnya, penghitungan surat suara di Jerman diwarnai protes. Menurut Yoga, saksi utusan Prabowo-Hatta Rajasa kerap membuat masalah, dari memprotes waktu penghitungan yang telah disepakati hingga datang terlambat.

    PERSIANA GALIH

    Berita terkait:
    Mantan Bos PKS Pamer Telunjuk Setelah Nyoblos

    Anjing Pelacak dan 15 Polisi Jaga TPS Prabowo
    Menteri CT Satu TPS dengan Keluarga Cendana


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.