Survei: Pemilih Galau Cenderung Pilih Jokowi-JK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 3000 Tanda Tangan Anti Golput Untuk Pemilih Pemula

    3000 Tanda Tangan Anti Golput Untuk Pemilih Pemula

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada hari terakhir menjelang pencoblosan pemilihan presiden, Rabu, 8 Juli 2014, suara undecided voter (pemilih yang belum menentukan pilihan) disebut lebih banyak mengalir ke pasangan Jokowi-JK. Ini terlihat dari hasil pemantauan percakapan di media sosial yang dilakukan PoliticaWave. (Baca: Mau Nyoblos tapi Tak Terdaftar, Ini Caranya)

    "Dari monitoring pada hari terakhir masa kampanye, jumlah undecided voters yang menjatuhkan pilihannya kepada Jokowi-JK jauh lebih besar daripada yang ke Prabowo-Hatta," kata bos PoliticaWave, Yose Rizal, dalam siaran pers yang diterima Tempo, Selasa, 8 Juli 2014. Politicawave adalah perusahaan konsultan yang memantau secara sistematis percakapan yang terjadi di media sosial berkaitan dengan berbagai isu politik nasional maupun regional. (Baca: 3 yang Harus Diwaspadai Jelang Pencoblosan Pilpres)

    Menurut Yose Rizal, pemantauan percakapan dilakukan pada dua event, yaitu debat terakhir capres-cawapres dan Konser Salam 2 Jari pada Sabtu, 5 Juli 2014. Dari hasil monitoring itu, PoliticaWave melihat adanya lonjakan percakapan pada tanggal tersebut. (Baca: Pakar: Nilai Debat Jokowi Ungguli Prabowo)

    Pada 5 Juli 2014, kata dia, terjadi 172.961 percakapan tentang Jokowi-JK dan 109.510 percakapan tentang Prabowo-Hatta. Sedangkan pada 6 Juli 2014, terdapat 168.897 percakapan tentang Jokowi-JK dan 98.135 percakapan tentang Prabowo-Hatta. (Baca: Untuk Apa Saksi Jokowi Dibekali Kamera?)

    PoliticaWave memonitor percakapan yang mengindikasikan pengambilan keputusan dari undecided voters ke pasangan capres dan cawapres. Beberapa keyword dan frasa yang digunakan untuk menangkap suara undecided voters adalah “Batal Golput”, “Ga Jadi Golput”, “Gagal Golput”, “Yakin Milih”, “Awalnya Netral”, “Yakin Pilih” dan seterusnya.

    Dari hasil monitoring itu, terdapat 5.184 percakapan netizen yang akhirnya menjatuhkan pilihannya pada 5 Juli 2014. Dari percakapan tersebut dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu netizen yang menyatakan tidak jadi golput dan netizen yang menjatuhkan pilihan karena debat terakhir. "Terdapat 91 persen netizen yang menyatakan tidak jadi golput dan memilih Jokowi-JK dan hanya 9 persen netizen yang menyatakan tidak jadi golput dan memilih Prabowo-Hatta," kata Yose Rizal.

    Dari hasil debat, terdapat 95 persen netizen yang menyatakan memilih Jokowi-JK setelah melihat debat terakhir dan hanya 5 persen netizen yang memilih Prabowo-Hatta usai melihat debat terakhir. (Baca: Debat Capres: Jokowi Santai, Prabowo Emosional)

    AMIRULLAH

    Topik terhangat:
    Jokowi-Kalla | Prabowo-Hatta | Piala Dunia 2014 | Tragedi JIS

    Berita terpopuler lainnya:
    Kampanye Prabowo Saat Tarawih, Khatib Ini Diprotes
    Tanpa Neymar? No Problem!
    Prabowo Menang, Indeks Saham Bakal Jeblok 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.