Prabowo 'Nyerah' di Daerah-daerah Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahfud MD, former Contitutional Court after press conference related  bid becomes the winning team leader Prabowo-Hatta at MMD Initiative, Jakarta (5/22). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Mahfud MD, former Contitutional Court after press conference related bid becomes the winning team leader Prabowo-Hatta at MMD Initiative, Jakarta (5/22). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Surabaya - Ketua tim pemenangan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Mahfud Md., mengaku daerah Mataraman di Jawa Timur sulit ditaklukkan. Daerah Mataraman yang dimaksud adalah Ngawi, Ponorogo, Pacitan, Madiun, dan Magetan. "Di Mataraman, kami tidak kalah mutlak ya," kata Mahfud saat diwawancarai Tempo di Rumah Nusantara, Rabu, 2 Juli 2014. (Baca: Dukung Prabowo, SBY Dinilai Bukan Negarawan)

    Menurut dia, daerah Mataraman yang sangat berat adalah Kabupaten Ngawi. Alasannya, Bupati Ngawi, Budi "Kanang" Sulistyono dari PDIP dikenal sangat militan. Selain Ngawi, Mahfud mengatakan ada beberaapa kota/kabupaten di Jawa Timur yang tergolong berat, yaitu Surabaya, Sidoarjo, Tuban, Malang, dan Batu. "Yang lain-lain itu rasanya kami oke," ujar dia. (Baca: Ada TKI di Hongkong Pilih Prabowo karena Pacar)

    Untuk menaklukkan daerah-daerah tersebut, Mahfud hanya menggunakan cara-cara konvensional, yaitu dengan membuka panggung terbuka untuk rakyat pada saat kampanye kemarin, kemudian menemui para tokoh-tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh di daerah tersebut. Mahfud juga langsung masuk ke "kantong-kantong" suara di daerah itu. (Baca: Korban Serbuan Pendukung Prabowo Minta Ganti Rugi)

    Mahfud mengatakan sangat terbantu dengan masuknya Gubernur Jawa Timur, yang juga Ketua DPD Demokrat Jawa Timur, Soekarwo, ke Prabowo-Hatta. "Mataraman kan arenanya Pakde Karwo. Jadi, kalau beliau turun ke sana pasti terbantu," katanya.

    Dengan demikian, kata Mahfud, Provinsi Jawa Timur menjadi battle ground dalam menghadapi pemilu presiden 9 Juli nanti. Wawancara dengan Mahfud Md. selengkapnya ada di majalah Tempo edisi 7-13 Juli 2014.

    EDWIN FAJERIAL

    Topik terhangat:

    Jokowi-Kalla | Prabowo-Hatta | Piala Dunia 2014 | Tragedi JIS

    Berita terpopuler lainnya:
    Pengamat Nilai Sikap SBY Berlebihan
    Debat, Hatta Keliru Sebut Harga Baru Gas Tangguh
    Netizen Dukung Jokowi-Kalla di Semua Segmen Debat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.