Dihalangi Mencoblos, Ratusan TKI Hong Kong Marah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto Deklarasi Dukungan untuk Capres Jokowi-JK oleh ratusan pelajar, mahasiswa, alumni dan warga negara Indonesia di Inggris Raya. Istimewa

    Foto Deklarasi Dukungan untuk Capres Jokowi-JK oleh ratusan pelajar, mahasiswa, alumni dan warga negara Indonesia di Inggris Raya. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Video kekisruhan dalam pemilihan presiden di Kedutaan Besar RI di Hong Kong pada Ahad siang, 6 Juli 2014, mengungkap dugaan kecurangan. Dalam tayangan berdurasi 2 menit 39 detik di situs YouTube.com itu terlihat seorang petugas yang disebut sebagai pelaku kecurangan.

    Rekaman berjudul "Video Kecurangan TPS Hongkong" yang diunggah pada Ahad, 6 Juli 2014, sekitar pukul 22.00 WIB ini memperlihatkan seorang pria berbaju hitam dikerubuti ratusan tenaga kerja wanita Indonesia. Pria itu menutup pintu gerbang Kedutaan sehingga para pemilih tak bisa mencoblos.

    Ada kesaksian, lelaki tadi sempat mengatakan pintu akan dibuka kalau para TKI memilih calon presiden nomor 1. Kesaksian inilah yang belakangan ramai diberitakan di berbagai media sosial dan memunculkan dugaan telah terjadi kecurangan. Beberapa relawan dan pemantau, termasuk Migrant Care, organisasi yang mengadvokasi para tenaga kerja Indonesia, sedang mencari bukti dan saksi apakah benar laki-laki tersebut mengucapkan kata-kata itu.

    Menurut pengunggah video, Abu Nawas, waktu pencoblosan habis sehingga para TKI gagal mencoblos. Pria ini disebut-sebut bernama Sigit Pamungkas. Belum diketahui apakah Sigit ini petugas KBRI atau saksi dari pihak Prabowo Subianto.

    Kontan para calon pemilih berteriak-teriak memaksa masuk sambil meneriakkan, “Jokowi! Jokowi! Jokowi!” Mereka hanya sebagian kecil dari kerumunan orang yang jumlahnya mencapai sedikitnya 500 orang.

    Kemarahan para pendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla itu dicoba diredam oleh seorang pria berbaju merah. Dia diduga saksi dari pihak Jokowi. “Tapi Bapak ini bilang pintu dibuka kalau memilih nomor 1!” kata para TKI kepada pria berbaju merah sambil menunjuk Sigit. (Baca: Ratusan TKI Hong Kong Histeris Teriakkan: Jokowi!)

    Orang yang dipersoalkan oleh para TKI berdiri di depan saksi berbaju merah tadi. Dituding-tuding oleh para pekerja wanita, dia hanya senyum-senyum. Para TKI berbicara sahut-menyahut sambil terus memotret dan merekam video kejadian itu menggunakan telepon seluler masing-masing.

    Abu Nawas juga mengunggah video berdurasi 1 menit 4 detik tentang protes para TKI yang gagal mencoblos. Hingga Senin, 7 Juli 2014, pukul 00.18 WIB, video berjudul "Ricuh TKI HONGKONG Pencoblosan Pilpres" ini sudah diakses sebanyak 301 kali. Berdasarkan data pada tampilan di YouTube, video itu diunggah sekitar pukul 22.00 WIB.

    “Jokowi! Jokowi! Jokowi!” teriak mereka berbarengan. Setelah itu, teriakan berubah menjadi, “Buka! buka! buka!” Terlihat para pekerja wanita tadi berteriak-teriak sambil memotret dan merekam.

    Kericuhan itu juga terlihat dari video lain di laman YouTube yang diunggah Ade Santi. Dalam video berjudul "TKI Hongkong Kecewa Tidak Bisa Mencoblos" itu tampak para pekerja tersebut berteriak, "Curaaang...curaaang...!" Lalu diiringi riuh rendah teriakan dukungan kepada calon presiden nomor urut 2, Jokowi. 

    JOBPIE SUGIHARTO

    Berita Terpopuler:
    Sofjan Wanandi: Warga Minoritas Takut Nyoblos 
    Pengamat Nilai Sikap SBY Berlebihan 
    Debat, Hatta Keliru Sebut Harga Baru Gas Tangguh
    Banyak Silap, Hatta Merasa Sudah Tampil Maksimal 
    Netizen Dukung Jokowi-Kalla di Semua Segmen Debat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.