Relawan Jokowi-JK Dinilai Akrab dengan Media Sosial  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut dua, Joko Widodo melihat aneka sepatu ketika mengunjungi pusat perbelanjaan ITC Depok, 4 Juli 2014. Menjelang masa tenang kampanye, Jokowi berkampanye didaerah Jawa Barat, Depok, dan Karawang. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Calon Presiden nomor urut dua, Joko Widodo melihat aneka sepatu ketika mengunjungi pusat perbelanjaan ITC Depok, 4 Juli 2014. Menjelang masa tenang kampanye, Jokowi berkampanye didaerah Jawa Barat, Depok, dan Karawang. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga analisa media sosial, Katapedia Indonesia, mengumumkan hasil riset mereka tentang penggunaan media sosial sebagai alat kampanye. Menurut Chif Executive Officer, Deddy Rahman, relawan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dinilai lebih serius dalam menggunakan media sosial sebagai media kampanye yang efektif dan efisien.

    Buktinya dari semua pembicaraan tentang kedua calon presiden dari media sosial Twitter, selama 11 hari dari 23 Juni hingga 3 Juli 2014, sebanyak 770.491 percakapan atau 52,07 persen mengkampanyekan Jokowi. Sisanya 47,93 persen atau 709.294 pembicaraan mengkampanyekan Prabowo. "Ini membuktikan relawan Jokowi akrab dengan media sosial," kata Deddy di Jakarta, Jumat, 4 Juli 2014.

    Menurut Deddy, hasil ini sesuai dengan pemaparan lembaga analisa media sosial, Topsy di California, Amerika Serikat. Dari data pembicaraan media sosial tersebut selama satu bulan, sejak 3 Juni hingga 3 Juli 2014, terdapat 59,6 persen mengkampanyekan Jokowi. Sedangkan 40,4 persen mengkampanyekan Prabowo. Data ini diambil setiap hari dari pembicaraan pada media sosial tersebut.

    Dari data Topsy, terdapat perbandingan pembicaraan setelah debat capres dan cawapres berlangsung. Setelah debat pertama pada 9 Juni 2014, terdapat sekitar 400 ribu pembicaraan untuk mengkampanyekan Jokowi. Sedangkan sekitar 300 ribu percakapan pembicaraan untuk mengkampanyekan Prabowo. Setelah debat kedua pada 15 Juni 2014, jumlah kampanye yang dilakukan kedua relawan calon presiden ini sama yaitu sekitar 400 ribu pembicaraan.

    Setelah debat ketiga pada 22 Juni, terdapat sekitar 400 ribu pembicaraan untuk mengkampanyekan Jokowi. Sedangkan sekitar 320 ribu percakapan untuk mengkampanyekan Prabowo. Setelah debat keempat 5 Juli 2014, terdapat sekitar 500 ribu pembicaraan untuk mengkampanyekan Jokowi. Sedangkan sekitar 150 percakapan pembicaraan untuk mengkampanyekan Prabowo.

    Data ini didapat dari pembicaraan relawan Jokowi, baik yang menggunakan #pintarpilih2, #salam2jari, #2menangmutlak, #nomor2antikkn, #nomor2merakyat, #nomor2jujur, #tegaspilih2, #ngabuburit2jari, #jkwjkuntukrakyat. Dan dari pembicaraan relawan Prabowo, baik yang menggunakan #wdmemilih1, #indonesiabangkit, #1bulanberpuasa1tekadcoblosprabowo. Ataupun dari pembicaraan yang tidak menggunakan kedua hastag relawan tersebut.

    Jokowi pernah menjadi trending topic melalui #akhirnyapilihjokowi dan #PilihNo2utkNKRICerdas. Sedangkan Prabowo pernah menjadi trending topic menggunakan #coblosNomor1_TegasBerani.

    MONIKA PUSPASARI

    Topik terhangat:
    Jokowi-Kalla | Prabowo-Hatta | Korupsi Haji | Tragedi JIS | Piala Dunia 2014

    Berita terpopuler lainnya:
    ISIS Bersumpah Hancurkan Kabah Jika Kuasai Mekah
    Prabowo Salah Sebut Singkatan PKS
    Dua Penggagas Obor Rakyat Jadi Tersangka


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?