Mega: Jangan Percaya Menang di Jabar Menang Pilpres  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Megawati Soekarnoputri. TEMPO/Budi Purwanto

    Megawati Soekarnoputri. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada pukul 09.00 WIB ini menggelar apel siaga 1 untuk pemenangan calon presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla. Ketua PDIP Jawa Tengah Heru Sudjatmoko menyatakan apel dilaksanakan di Alun-alun Bung Karno, Kabupaten Semarang.

    “Apel dihadiri seluruh pengurus partai mulai dari anak ranting, pengurus anak cabang, dewan pengurus cabang, para anggota fraksi PDIP, dan lain-lain,” kata Heru, Jumat, 4 Juli 2014. Apel akan diisi dengan orasi Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

    Kemarin sore, Kamis, 3 Juli 2014, PDIP menggelar acara bertajuk Siaga 1 PDIP Perjuangan untuk Jokowi-JK di Panti Marhaen, yang merupakan kantor PDIP Jawa Tengah. Dalam pertemuan itu, Mega menyatakan sangat serius menggarap Jawa Tengah agar Jokowi-JK bisa memenangkan pemilu presiden.

    “Sebenarnya jadwal hari ini (Kamis) saya ke Sumatera Utara tapi saya pending karena saya mengutamakan untuk masuk ke Jawa Tengah. Besok (Jumat sore) saya ke Jawa Timur,” kata Mega. (Baca: Pabowo Dekati Tokoh Jawa Barat)

    Menurut Mega, ada asumsi yang menyatakan jika bisa menang di Jawa Barat maka akan bisa menang secara nasional. Mega mengaku tak termasuk orang yang mempercayai asumsi tersebut. Untuk itu, Mega menyatakan Jawa Tengah harus bisa menang secara tinggi. “Kalau Jawa Barat masih goyang-goyang, Saya masih punya Jawa Tengah,” kata dia.

    Mega memerintahkan kepada seluruh kader PDIP bergerak memenangkan Jokowi. “Tidak ada lagi alasan setengah hati, malas, sudah habis tenaga dan dana,” katanya. (Baca: Kampanye Jokowi di Jawa Barat)

    ROFIUDDIN

    Berita Terpopuler

    Ahok Ditolak Masuk ke Masjid di Jakarta
    Menteri Hidayat Usul Pajak Tas Hermes Dihapus

    Jokowi-JK Banjir Dukungan Lewat Lagu

    Diskriminasi, Muslim di Xinjiang Dilarang Berpuasa

    Cerita Tiga Komedian Dukung Jokowi-JK Lewat Lagu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.