Rabu, 14 November 2018

Ketua HKTI: Jokowi Sanggup Atasi Masalah Pertanian  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut dua, Joko Widodo mengajak ribuan buruh mengangkat dua jari dalam rangkaian kampanye dirinya di kawasan Pabrik Garmen PT Daehan Global, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu 2 Juli 2014. Jokowi hari ini dijadwalkan menghadiri sejumlah lokasi seperti, Pondok Pesantren, bertemu komunitas buruh serta menyambangi sentra berasdi Ciganjur. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Calon Presiden nomor urut dua, Joko Widodo mengajak ribuan buruh mengangkat dua jari dalam rangkaian kampanye dirinya di kawasan Pabrik Garmen PT Daehan Global, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu 2 Juli 2014. Jokowi hari ini dijadwalkan menghadiri sejumlah lokasi seperti, Pondok Pesantren, bertemu komunitas buruh serta menyambangi sentra berasdi Ciganjur. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Bandung - Kampanye akbar calon presiden Joko Widodo di Lapangan Tegalega, Bandung, Jawa Barat, dihadiri ribuan oang yang sebagian besar berprofesi petani. Kampanye yang difasilitasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia itu berlangsung pada Kamis, 3 Juli 2014.

    Jokowi datang sekitar pukul 12.15 WIB setelah melayat KH Nanang Iskandar Ma'soem, pimpinan Pondok Pesantren Al-Ma'soem, yang meninggal malam tadi. Ia didampingi anggota tim sukses, yakni Anies Baswedan, Maruarar Sirait, dan Guruh Sukarno Putra. (Baca juga: Dituduh PKI, Jokowi: Itu Menghina Nasionalismeku)

    Oesman Sapta, Ketua HKTI, menjelaskan, kampanye ini dihadiri 25 ribu petani. Mereka ingin menaruh harapan kepada Jokowi jika kelak terpilih sebagai presiden. "Para petani butuh kemudahan dalam layanan kredit, penyediaan bibit, lahan, perbaikan infrastruktur dan kendali harga yang baik," katanya.

    Oesman menilai sosok Jokowi mampu mengatasi masalah pertanian. "Dia punya wajah petani, pasti paham masalah petani," ujarnya. Ia pun yakin dukungan anggota HKTI terhadap Jokowi mencapai 70 persen. "Mayoritas memilih Jokowi," katanya.

    Dalam orasinya, Jokowi mengaku bisa memahami masalah para petani. "Karena saya sering turun ke bawah menemui mereka," katanya. Menurut dia, problem yang paling ironis adalah kondisi pengupahan bagi buruh tani. "Masih ada yang cuma Rp 350 ribu," ujarnya.

    RIKY FERDIANTO

    Berita Lainnya:
    Aurel Hermansyah Makin Cantik dengan Wajah Tirus  
    Buya Syafii Ngeri Lihat Kampanye Hitam ke Jokowi  
    Ahok Ditolak Masuk ke Masjid di Jakarta  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.