Rabu, 14 November 2018

Jokowi Janji Ciptakan 10 Juta Lapangan Kerja Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan pendukung menyambut Jokowi dalam acara temu muka dan silaturahmi Perhimpunan INTI di Bandung, 2 Juli 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ratusan pendukung menyambut Jokowi dalam acara temu muka dan silaturahmi Perhimpunan INTI di Bandung, 2 Juli 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Bandung - Pasangan calon presiden Joko Widodo dan wakil presiden Jusuf Kalla berjanji akan menciptakan 10 juta lapangan kerja baru dalam 5 tahun jika menang dalam pemilihan pada Kamis, 3 Juli 2014. “Selain itu, kami akan memberikan bantuan dana Rp 10 juta per tahun untuk Usaha Kecil Menengah dan Mikro/Koperasi,” kata dia di Holiday Inn, Bandung, Kamis, 3 Juli 2014.

    Ia mengatakan akan memperkuat dan mempromosikan industri kreatif dan digital untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi. Jokowi menjanjikan keluarga pra-sejahtera akan mendapatkan subsidi Rp 1 juta per bulan sepanjang pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 7 persen.

    Tindakan Jokowi memaparkan sembilan program nyata dihadiri tokoh pendukung kedua pasangan calon itu, antara lain KH Maman Imanul Haq, Rieke Dyah Pitaloka, Aksa Mahmud, Hayono Isman, Sofyan Wanandi, serta Arifin Panigoro. “Kami ingin menyampaikan program nyata Jokowi dan JK. Ini yang penting sekali,” ujar Jokowi.

    Anies, yang memandu konferensi pers mengatakan, sembilan program nyata itu sebagai summary visi-misi keduanya. “Ini bukan hal baru, tapi penegasan berupa summary,” ujar Anies.

    Berikut ini program nyata itu:

    1. Meningkatkan profesionalisme, menaikkan gaji, dan kesejahteraan PNS, TNI, dan Polri secara bertahap dalam 5 tahun. Program remunerasi PNS akan dituntaskan di tingkat pusat dan diperluas sampai ke level daerah.

    2. Mensejahterakan desa dengan mengalokasikan dana desa. Setiap desa akan mendapat rata-rata Rp 1,4 miliar berupa program bantuan khusus. Para perangkat desa secara bertahap menjadi pegawai negeri sipil.

    3. Meningkatkan anggaran penanggulangan kemiskinan, termasuk memberikan subsidi Rp 1 juta per bulan untuk keluarga prasejahtera sepanjang pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 7 persen.

    4. Program kepemilikan tanah pertanian untuk 4,5 juta kepala keluarga. Pembangunan dan perbaikan irigasi di 3 juta hektar sawah. Pembangunan 25 bendungan dan 1 juta hektare lahan pertanian baru di luar Jawa. Pendirian bank petani dan UMKM serta penguatan Bulog.

    5. Perbaikan 5 ribu pasar tradisional di sleuruh Indonesia dan membangun pusat pelelangan dan penyimpanan dan pengelolaan ikan.

    6. Menurunkan tingkat pengangguran dengan menciptakan 10 juta lapangan kerja baru dan memberikan bantuan desa selama 5 tahun. Bantuan dana Rp 10 juta per tahun untuk UMKM/Koperasi. Mendorong memperkuat dan mempromosikan industri kreatif dan digital sebagai salah satu upaya mempercepat laju pertumbuhan ekonomi.

    7. Layanan kesehatan gratis rawat jalan/rawat inap dengan Kartu Indonesia Sehat, 6 ribu puskesmas dengan fasilitas rawat inap, serta air bersih untuk seluruh rakyat.

    8. Membantu meningkatkan mutu pendidikan pesantren guna meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Meningkatkan kesejahteraan guru-guru pesantren sebagai bagian dari komponen pendidikan bangsa.

    9. Mewujudkan pendidikan bagi seluruh warga negara, termasuk petani, nelayan, buruh, penyandang disabilitas dan elemen masyarakat lain melalui Kartu Indonesia Pintar.

    AHMAD FIKRI

    Berita Terpopuler


    Trik SBY Agar Tak Kena Tilang Polisi
    Newmont Resmi Gugat Pemerintah ke Arbitrase
    Diminta Pilih Nomor Satu, Maher Zain Pilih Senyuman
    Di Film Baru, Cameron Diaz Beradegan Telanjang
    Aurel Hermansyah Makin Cantik dengan Wajah Tirus


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.