Pengurus NU Risih Gus Dur Jadi Alat Kampanye  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asri Nugroho, pelukis asal Surabaya menyelesaikan lukisan wajah KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) dalam Pameran 100 hari Gus Dur di Malang, Jawa Timur, Minggu (28/3) Pameran  yang diadakan untuk menghormati jasa-jasa Gus Dur tersebut menampilkan 191 lukisan karya 135 pelukis dari 10 kota dan berlangsung hingga tanggal 1 April mendatang. Foto ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    Asri Nugroho, pelukis asal Surabaya menyelesaikan lukisan wajah KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) dalam Pameran 100 hari Gus Dur di Malang, Jawa Timur, Minggu (28/3) Pameran yang diadakan untuk menghormati jasa-jasa Gus Dur tersebut menampilkan 191 lukisan karya 135 pelukis dari 10 kota dan berlangsung hingga tanggal 1 April mendatang. Foto ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, SEMARANG - Pengurus Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah mengaku risih dengan diseret-seretnya nama Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai alat kampanye calon presiden nomor satu, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. "Kami menjadi risih karena sebenarnya Gus Dur itu milik semua umat, tapi malah disandera untuk alat kampanye kelompok tertentu," kata Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama Jawa Tengah, Tedi Kholiluddin, di kantornya kepada Tempo di Semarang, Selasa, 1 Juli 2014.

    Tedi menegaskan, kiprah Gus Dur selama menjadi Ketua Pengurus Besar ataupun Presiden RI sangat besar. Gus Dur pun sudah menjadi milik bangsa, tidak hanya milik NU atau kelompok politik tertentu.

    Tedi khawatir pemanfaatan nama Gus Dur untuk kampanye capres Prabowo-Hatta justru akan membuat fragmentasi konflik antarkelompok semakin kuat. Tedi mengakui, secara hukum, mungkin tidak ada yang dilanggar saat tim pemenangan Prabowo-Hatta menggunakan Gus Dur sebagai alat kampanye. "Tapi, dalam politik juga ada etika," kata Tedi.

    Aktivis muda NU ini menilai, digunakannya nama Gus Dur oleh capres dalam kampanye merupakan pertanda mereka masih kurang percaya diri untuk bisa menang. Secara institusi, NU bersikap netral dalam pilpres. NU menganjurkan agar warganya menggunakan hak pilih dengan memilih capres yang paling kecil tingkat keburukannya.

    Pihak tim pemenangan Prabowo-Hatta Jawa Tengah, Iqbal Wibisono, menyatakan apa yang disampaikan Gus Dur untuk kampanye Prabowo adalah fakta. "Tidak ada kebohongan. Enggak dibuat-buat. Gus Dur memang menyatakan Prabowo adalah orang paling ikhlas," kata Iqbal.

    Sekretaris Partai Golkar Jawa Tengah ini memahami keluarga Gus Dur tidak ingin nama besar Gus Dur menjadi polemik dalam kampanye. Tapi, Iqbal menduga keluarga Gus Dur khawatir karena ada yang mengusik mereka. "Ada orang-orang yang takut Prabowo menang," kata Iqbal.

    ROFIUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.