Alwi Shihab: Jokowi-JK Dizalimi Kampanye Gelap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sampul tabloid obor rakyat. (oborrakyat)

    Sampul tabloid obor rakyat. (oborrakyat)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Luar Negeri era Presiden Abdurahman Wahid, Alwi Shihab, yakin Joko Widodo-Jusuf Kalla akan tetap menang meski diserang dengan berbagai kampanye gelap.

    "Tuhan Yang Maha Kuasa akan tetap bersama Jokowi-JK yang dizalimi dengan fitnah-fitnah," kata Alwi Shihab saat berkampanye untuk Jokowi-JK di lapangan Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin, 30 Juni 2014.

    Menurut dia, Jokowi-JK diserang dengan berbagai kampanye gelap, di antaranya isu beragama Kristen, keturunan Tionghoa, akan menghapus sertifikasi guru, dan menaikkan harga bahan bakar minyak. Namun saat ini, ujar dia, masyarakat mulai tahu dalang di balik munculnya kampanye gelap itu. "Mau menang kok pakai fitnah," sindir anggota tim pemenangan nasional Jokowi-JK tersebut. (Baca: Bulan Ramadan, Alwi Shihab: Hentikan Kampanye Hitam)

    Meski diserang dengan kampanye gelap, tim pemenangan Jokowi-JK berkomitmen tidak akan membalas dengan cara yang sama. Menurut Alwi, pihaknya memilih mengklarifikasi langsung kampanye gelap itu dengan berdialog dengan masyarakat. Dia mengatakan tabloid Obor Rahmatan Lil Alamin diterbitkan untuk menangkal Obor Rakyat yang isinya merugikan kubu Jokowi-JK.

    Kampanye itu dihadiri seribuan pendukung Jokowi-JK. Selain Alwi Shihab, juru kampanye yang hadir yakni mantan KSAD Jenderal (Purn) Subagyo H.S., Ketua Legiun Veteran RI Jenderal (Purn) Zainal Abidin, dan Duta Besar RI untuk Argentina, Uruguay, dan Paraguay, Nurmala Kartini Sjahrir. (Baca: Alwi Shihab Bantah Lakukan Pelanggaran Kampanye)

    IKA NINGTYAS

    Terpopuler:
    Titiek: Keluarga Cendana 100% Dukung Prabowo-Hatta
    Politikus Ini Masih Sakit Hati kepada Demokrat 
    Polisi Periksa Saksi Teror di Rumah Kader Demokrat 
    Gunung Sinabung Meletus, Tidak Ada Korban Jiwa
    Manusia Takut Pada Sesuatu yang Mendekat




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.