Soal Allan Neirn, Jokowi: Waduh, Enggak Ngerti Saya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi mengunjungi Pondok Pesantren Babussalam, Banjarerojo, Malang, Jawa Timur, untuk memperingati haul Hasyim Ashari dan haul Soekarno, pada 27 Juni 2014. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Jokowi mengunjungi Pondok Pesantren Babussalam, Banjarerojo, Malang, Jawa Timur, untuk memperingati haul Hasyim Ashari dan haul Soekarno, pada 27 Juni 2014. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Surabaya - Calon presiden Joko Widodo mengaku tidak tahu-menahu soal jurnalis investigasi bernama Allan Nairn. Baru-baru ini, Nairn membuka wawancara off the record-nya dengan Prabowo Subianto tentang berbagai hal, termasuk insiden penembakan di Santa Cruz oleh militer pada 1991.

    Jokowi mengatakan tidak mengikuti soal sosok Nairn dan materi wawancara dengan Prabowo yang dia buka ke publik. "Waduh, enggak ngerti saya," ujarnya saat ditanya Tempo, Sabtu malam, 29 Juni 2014. (Baca: Bongkar Rahasia Prabowo, Allan Nairn: Demi Publik)

    Menurut Jokowi, dirinya sangat sibuk kampanye sehingga tidak pernah membaca berita di koran ataupun menonton televisi. Hampir tiap hari, tutur dia, waktunya habis buat berkampanye. "Setiap hari saya kampanye, kapan bacanya," ujarnya.

    Nairn adalah jurnalis kelahiran Morristown, New Jersey, Amerika Serikat, pada 1956. Dia mengaku menyaksikan sendiri peristiwa Santa Cruz yang menewaskan sekitar 271 warga Dili, Timor Timur. (Baca: Kivlan Zen: Jurnalis Amerika itu Pesanan)

    Dokumenter "Massacre: The Strory of East Timor" yang diluncurkan Nairn pada 1992 menunjukkan laki-laki itu mengalami luka retak di kepala lantaran dihantam popor senapan M16 oleh tentara Indonesia.

    Pada 2010, Nairn menuturkan dirinya menjadi incaran militer Indonesia. Dia diancam pidana lantaran melakukan fitnah. Namun Nairn menantang balik agar militer Indonesia menangkapnya, sehingga dia bisa membuka kebobrokan militer di pengadilan. (Baca: Wawancara Tempo dengan Jurnalis Allan Nairn)

    EDWIN FAJERIAL


    Terpopuler 
    Memerkosa Enam Remaja, Tante May Divonis 12 Tahun
    Anggota TNI Akui Bakar Juru Parkir Monas  
    Transformers Age of Extinction: Megah dan Dangkal  
    Ramadan, Omzet Pasar Tradisional Naik 20 Persen
    MU Resmi Lepas Buttner ke Dynamo Moscow
    Polisi Usut Intimidasi Terhadap Kader Demokrat
    Ibunda Menteri Armida tutup Usia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.