150 Pesantren di Tuban Lumbung Suara Jokowi-JK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla bersilaturahmi dengan para alim ulama pimpinan pondok pesantren se-Kalimantan selatan sebelum kampanye terbuka Partai Golkar di Martapura, Kalsel,(25/3). ANTARA/Saptono

    Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla bersilaturahmi dengan para alim ulama pimpinan pondok pesantren se-Kalimantan selatan sebelum kampanye terbuka Partai Golkar di Martapura, Kalsel,(25/3). ANTARA/Saptono

    TEMPO.CO, Tuban - Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Noor Nahar Hussein, mengatakan sebanyak lebih dari 150 pondok pesantren di Tuban menjadi lumbung suara pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

    Faktor kedekatan JK dengan kalangan pesantren menjadi sebabnya. “Calon wakil presiden dikenal dermawan dan kerap membantu pondok pesantren dan tempat ibadah. Suara beliau di pesantren kuat,” kata Noor kepada Tempo, Jumat, 27 Juni 2014.

    Wakil Bupati Tuban itu mengatakan di wilayahnya ada sejumlah pondok pesantren terkenal dan memiliki pengaruh besar. Di antaranya Pondok Pesantren Langitan di Kecamatan Widang peninggalan almarhum KH Abdullah Faqih. Kemudian Pondok Pesantren Mambaul Huda, Rengel, Tuban; Pondok Pesantren Perut Bumi Al-Maghribi; Pondok Pesantren Nurul Jadid, Merakurak, Tuban; dan pondok pesantren yang tersebar hampir di 20 kecamatan di kabupaten ini.

    Selama ini, kata Noor, JK dikenal rajin mengunjungi pondok-pondok pesantren tersebut. Sebagai mantan Ketua Partai Golkar dan Pengurus Besar NU, Jusuf Kalla mempunyai hubungan baik dengan beberapa ulama di Tuban. Di antaranya dengan almarhum Abdullah Faqih, pendiri Pondok Pesantren Langitan Tuban.

    Selain itu, suara partai-partai koalisi pengusung Jokowi-JK saat pemilu legislatif di Tuban juga cukup besar. Dia mencontohkan, untuk PKB mendapat 14 kursi, kemudian PDI Perjuangan lima kursi, NasDem tiga kursi, dan Hanura satu kursi dari total 45 kursi DPRD Tuban. Dengan hitungan kasat mata, minimal partai koalisi bisa mendapat 60 persen. “Jumlah itu bisa bertambah karena suara dari sejumlah pondok pesantren,” kata Noor.

    Bupati Tuban Fatkhul Huda juga tercatat sebagai tokoh Nahdlatul Ulama di kabupaten ini. Bahkan, sebelum terpilih menjadi bupati dua tahun lalu, Fatkhul Huda tercatat sebagai Ketua NU Cabang Tuban. Dengan faktor itu, suara untuk pasangan Jokowi-JK dipastikan akan besar.

    Tuban juga dikenal sebagai basis PDI Perjuangan. Partai ini pernah memperoleh suara tinggi di DPRD Tuban, lebih dari sepuluh kursi. Sejumlah tokoh sentral, seperti Go Tjong Ping, juga punya massa militan terutama dalam komunitas nelayan dan petani. Pria keturunan tersebut dikenal sebagai pengusaha palawija dan punya suara bagus di akar rumput.

    Menurut Tjong Ping, daerah pesisir utara dan petani di Tuban terbukti punya suara bagus. “Ya, suara mereka terbukti bagus,” ujar mantan anggota DPRD Tuban ini. Dia menyebutkan kampung nelayan di Kecamatan Merakurak, Palang, dan Bancar menjadi daerah basis PDI Perjuangan dan PKB Tuban.

    SUJATMIKO

    Berita Terpopuler:
    Lecehkan Benyamin, Program YKS Trans TV Dihentikan
    Pemecatan Kader Golkar, Ical Bakal Diserang Balik
    Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadan Besok 
    Enam Pengusaha RI Masuk Daftar 48 Dermawan Asia  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.