Klarifikasi Kekayaan, Giliran Kalla Datang ke KPK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden, Jusuf Kalla memberikan sambutan saat mengunjungi Markas Besar Tim Pemenang Jokowi-JK Tuah Sakato, di Padang, Sumatera Barat, (6/6). Tempo/Andri El Faruqi

    Calon Wakil Presiden, Jusuf Kalla memberikan sambutan saat mengunjungi Markas Besar Tim Pemenang Jokowi-JK Tuah Sakato, di Padang, Sumatera Barat, (6/6). Tempo/Andri El Faruqi

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Jusuf Kalla mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengklarifikasi Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN). Kalla tiba di KPK sesaat setelah calon presiden Jokowi meninggalkan gedung komisi antirasuah.

    Kalla tiba di KPK pada pukul 12.55. Pria berusia 72 tahun itu menggunakan kemeja putih lengan panjang. Sama seperti Jokowi, Kalla langsung masuk ke gedung KPK sembari tersenyum dan melambaikan tangan. (Baca: Jokowi Punya Banyak Fans di KPK) "Nanti saja. Nanti," kata Wakil Presiden RI 2004-2009 tersebut, Kamis, 26 Juni 2014.

    Kalla tak datang bersamaan dengan Jokowi lantaran baru tiba dari  kampanye di Aceh. Dalam kampanyenya tersebut, Kalla sempat berziarah ke makam tokoh pendiri Gerakan Aceh Merdeka, Teungku Hasan Muhammad Ditiro atau yang lebih dikenal sebagai Hasan Tiro. (Baca: Pilpres, Anak Jokowi Kesulitan Hubungi Bapaknya)

    Dalam laporan pada 2009, Kalla menyebutkan kekayaannya sebesar Rp 314,51 miliar dan US$ 25.718. Harta terbesar Kalla berasal dari investasi surat berharga senilai Rp 220,52 miliar. (Baca: Tak Bareng JK, Jokowi Klarifikasi Kekayaan ke KPK)

    FATIMA KARTINI BOHANG

    Terpopuler
    Ditawari Perlindungan Saksi, Wiranto Hanya Tertawa
    Mei 2014, Bumi Capai Suhu Terpanas
    Kader Pecatan Partai Golkar Tak Bisa Jadi Anggota DPR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.