Jokowi: Antisipasi yang Bocor, Bocor, Bocor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden Joko Widodo, menjadi imam sholat Dzuhur berjamaah di masjid dijalan kalijati timur, Subang, Jawa Barat, 17 Juni 2014. Jokowi melakukan kampanye nasional dengan menyelusuri jalur Pantura yang akan berakhir di kota Surabaya menjelang Pilpres 9 Juli 2014 mendatang. TEMPO/Imam Sukamto

    Calon Presiden Joko Widodo, menjadi imam sholat Dzuhur berjamaah di masjid dijalan kalijati timur, Subang, Jawa Barat, 17 Juni 2014. Jokowi melakukan kampanye nasional dengan menyelusuri jalur Pantura yang akan berakhir di kota Surabaya menjelang Pilpres 9 Juli 2014 mendatang. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden nomor urut 2, Joko Widodo, berkomitmen memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika nanti terpilih menjadi kepala negara. Jokowi--sapaan Joko Widodo--mengatakan telah membicarakan komitmen ini dengan pimpinan KPK seusai mengklarifikasi harta dan kekayaannya.

    Menurut Jokowi, penguatan KPK dilakukan untuk memperketat pengawasan keuangan dan kinerja pejabat negara. Menurut dia, KPK yang kuat berpotensi mengurangi kerugian negara lewat korupsi. "KPK ini perlu diperkuat supaya mengantisipasi yang bocor, bocor, bocor," kata Jokowi di KPK, Kamis, 26 Juni 2014.

    Untuk mengantisipasi kebocoran, kata Jokowi, KPK perlu memperbanyak penyidik. Dia menargetkan jumlah penyidik mencapai ribuan.

    Jokowi menilai anggaran dana KPK perlu ditambah. Menurut mantan Wali Kota Solo itu, penambahan anggaran bisa mencapai 10 kali lipat. Syaratnya, kata dia, ekonomi harus tumbuh bagus.

    Jokowi mengklarifikasi harta kekayaan selama tiga setengah jam. Ia mengaku sering berhubungan dengan KPK soal harta kekayaan. Dia mencatat telah melaporkan kekayaan sebanyak empat kali yaitu 2005, 2010, 2012, dan 2014.

    Klarifikasi harta dan kekayaan merupakan bagian dari tahapan pemenuhan persyaratan pencalonan. Komisi Pemilihan Umum menyerahkan klarifikasi ini kepada KPK. (Baca: Pilpres, Anak Jokowi Kesulitan Hubungi Bapaknya)

    Kemarin, calon presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa menyambangi KPK untuk mengklarifikasi harta dan kekayaan. Adapun calon wakil presiden pendamping Jokowi, Jusuf Kalla, akan mengklarifikasi Kamis siang ini. (Baca: Tak Bareng JK, Jokowi Klarifikasi Kekayaan ke KPK)

    MUHAMAD RIZKI

    Terpopuler
    Ditawari Perlindungan Saksi, Wiranto Hanya Tertawa
    Mei 2014, Bumi Capai Suhu Terpanas
    Kader Pecatan Partai Golkar Tak Bisa Jadi Anggota DPR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.