Berbatik ke KPK, Jokowi Punya Alasan Khusus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joko Widodo. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Joko Widodo. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden nomor urut 2, Joko Widodo alias Jokowi, punya alasan khusus memakai batik cokelat saat mengklarifikasi kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Baju khas budaya Indonesia itu dipakai agar ia tak dilarang masuk ke gedung komisi antirasuah.

    "Tadi ada guyonan lucu dari Pak Jokowi saat bertemu pimpinan KPK. Pak Jokowi bilang sebetulnya ingin memakai baju kotak-kotak khasnya, tapi takut tak boleh masuk oleh KPK," kata Johan Budi, juru bicara KPK, di kantornya, Kamis, 26 Juni 2014. "Makanya dia pakai baju batik."

    Jokowi mengklarifikasi harta kekayaan selama 3,5 jam. Jokowi mengaku sering berhubungan dengan KPK soal harta kekayaan. Dia mencatat melaporkan kekayaan sebanyak empat kali, yaitu pada 2005, 2010, 2012, dan 2014.

    Klarifikasi harta dan kekayaan merupakan bagian dari tahapan pemenuhan persyaratan pencalonan. Komisi Pemilihan Umum menyerahkan klarifikasi ini kepada KPK. (Baca: Tak Bareng JK, Jokowi Klarifikasi Kekayaan ke KPK)

    Kemarin, calon presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa menyambangi KPK untuk mengklarifikasi harta dan kekayaan. Adapun calon wakil presiden pendamping Jokowi, Jusuf Kalla, akan mengklarifikasi kekayaannya pada Kamis siang ini. (Baca: Jokowi Datangi KPK untuk Klarifikasi Kekayaan)

    MUHAMAD RIZKI

    Terpopuler
    Cemburu, Suami Bunuh Teman Lelaki Istrinya
    Soal Taman BMW, Ahok: Roy Suryo Baca Koran Enggak?
    Besok, Google Perkenalkan Android Lollipop


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.