Jawab Tudingan Fadli Zon, Pemred: Tempo Independen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arif Zulkifli, Pemred Majalah Tempo. TEMPO/Bagja Hidayat

    Arif Zulkifli, Pemred Majalah Tempo. TEMPO/Bagja Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Arif Zulkifli menampik tudingan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang menyebut Tempo telah menjadi media partisan dan tidak berimbang dalam memberitakan calon presiden Prabowo Subianto. Arif menyatakan Tempo adalah media yang menjunjung tinggi asas independensi media.

    "Pengertian independen adalah keputusan redaksi, tidak bisa diintervensi siapa pun. Rapat adalah pemegang kekuasaan tertinggi di Tempo," ucap Azul, sapaan akrabnya, ketika dihubungi, Selasa 24 Juni 2014.

    Kemarin, di rumah pemenangan koalisi Merah-Putih, Rumah Polonia, Jalan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Fadli menyatakan porsi pemberitaan Tempo tidak berimbang. Dari pemilihan kata hingga foto, menurut Fadli, menunjukkan keberpihakan. (Baca:Fadli Zon Persoalkan Keberpihakan Tempo)

    Tidak sampai di situ, Fadli juga menyoroti majalah Tempo yang dalam sebuah editorialnya tidak menguntungkan Prabowo. Yang dimaksud Fadli Zon adalah edisi dengan sampul berjudul: "Palagan Terakhir Prabowo".

    Editorial Tempo, menurut Arif, merupakan sikap redaksional. Pembaca, ia meneruskan, boleh saja kecewa terhadap isi editorial, tapi itu adalah hak media. "Yang bisa dipersoalkan adalah isi berita, misalnya, jika tidak cover both side," ujar Arif.

    Begitu pula sebaliknya, Arif menyatakan, menjadi hak setiap orang untuk menilai sebuah media partisan atau tidak partisan. Secara umum, ia menegaskan, pembaca mendukung Tempo dan sikap editorialnya.

    "Jika kurang jelas, Fadli Zon silahkan membaca timeline saya di Twitter dengan hastag #netral. Di sana, saya jelaskan tentang beda independen dan netral," ujar Arif.

    SINGGIH SOARES

    Berita lain:
    Modal Pribadi Obor Rakyat Dinilai Tak Meyakinkan
    Dewan Pers Minta Bos Media Hormati Kode Etik

    Berita utama
    Jokowi Akan Bangun Kedubes Indonesia di Palestina
    Fadli Zon Persoalkan Kompas dan Tempo
    Hari Ini, Ada Foto Risiko Merokok di Kemasan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.