Pertahankan Tersangka Korupsi, Prabowo Dikritik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa bersama calon presiden Partai Gerindra, Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (13/5). TEMPO/Subekti

    Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa bersama calon presiden Partai Gerindra, Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (13/5). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Surakarta -  Pengamat politik  Center for Strategic and International Studies (CSIS) J. Kristiadi mengritik pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang mempertahankan Suryadharma Ali dalam struktur tim sukses mereka.

    Menurutnya hal itu menandakan Prabowo-Hatta tidak serius dengan program pemberantasan korupsi yang mereka usung. Menteri Agama Suryadharma Ali telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus korupsi dana penyelenggaraan ibadah haji 2012-2013.

    "Katanya mau memberantas korupsi, tapi kok masih mempertahankan Suryadharma Ali yang jadi tersangka korupsi," kata Kristiadi  dalam seminar dan deklarasi dukungan alumni Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta untuk calon presiden Joko Widodo di Surakarta, Ahad, 25 Mei 2014. (Baca juga: Suryadharma Ali Akhirnya Jadi Tersangka)

    Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan tersebut juga  diduga menyalahgunakan jabatannya  dengan mengajak kerabat dan orang-orang dekatnya berhaji dengan uang negara.

    Dalam pemilihan presiden mendatang, pasangan Prabowo-Hatta Rajasa didukung koalisi Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Golongan Karya.

    UKKY PRIMARTANTYO

    Berita Terpopuler:
    Tim Sukses Prabowo Dekati Suciwati  
    Jadi Bintang Porno, Remaja 19 Tahun Bunuh Diri  
    Soal Kewargangeraan Prabowo, Gerindra Tantang Debat
    Jokowi Minta Penyebar Kampanye Hitam Ditangkap
    Nikah Gratis Mulai Juni 2014


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.