Fadli Zon: Politikus Jujur Beda Tipis dengan Bodoh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fadli Zon. TEMPO/Dasril Roszandi

    Fadli Zon. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dan Ketua DPP PDI Perjuangan Andre Parera kompak mengatakan tak ada politikus Indonesia di zaman sekarang yang seratus persen jujur.

    Menurut Fadli laiknya pemimpin memang seia sekata antara perbuatan dan perkataan. Namun, katanya, pemimpin seperti itu sangat sulit ditemui. "Tak ada pemimpin jujur seratus persen," kata dia menjawab Tempo dalam diskusi di Gereja Katedral Keuskupan Agung, Jakarta, Sabtu, 24 Mei 2014. 

    Yang jujur, kata Fadli, hanya politikus di masa lalu seperti Mohammad Hatta, Mohammad Natsir, I.J. Kasimo, dan Mohammad Roem. (Baca: Isu Negatif Ini Bebani Jokowi Dan Prabowo)

    Fadli mengatakan sikap jujur yang dimiliki politikus di zaman sekarang hanya bisa dipatok sebesar 75 persen. Selebihnya, 25 persen, dicadangkan untuk bertahan hidup (survival). "Jadi ada wilayah bermain abu-abu di sini," kata dia.

    Kalau ada politikus yang seratus persen jujur, ia bakal jadi korban dan bulan-bulanan politik. "Jujur seperti ini beda-beda tipis dengan bodoh," kata Fadli. "Namun seandainya sifat jujurnya cuma sekitar 30 persen dari total laku dan perbuatan, maka orang itu bandit."

    Laiknya George W. Bush saat konvensi Partai Republik pada 1988, ia mendengungkan tak akan ada lagi pajak. Namun, kata Fadli, saat ia jadi presiden toh pajak tetap ia naikkan agar tak terjadi defisit anggaran yang terlalu besar. "Kata Bush, 'kampanye adalah satu sisi. Sedang masalah pemerintahan adalah hal lain'," kata Fadli.

    Parera secara singkat mengamini pendapat Fadli. Katanya, jujur dalam politik bisa diartikan kebodohan. "Politikus itu harus cerdik seperti ular," kata dia.

    MUHAMMAD MUHYIDDIN

    Terpopuler:
    KPK Sita Ponsel Anggito Abimanyu
    Senin Depan, SBY Mungkin Pecat Suryadharma
    Mencari Mercusuar Malaysia di Desa Temajo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.