Mahfud Dijanjikan Jabatan Lebih dari Menteri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahfud MD. TEMPO/Dasril Roszandi

    Mahfud MD. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud Md. mengatakan ia dijanjikan jabatan lebih dari menteri apabila bersedia bergabung dengan tim sukses pemenangan pasangan Prabowo-Hatta pada pemilihan presiden 2014. 

    "Iya, lebih dari menterilah tawaran jabatannya itu," kata Mahfud kepada Tempo saat mengunjungi rumah Agus Ali Mashuri di Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Tulangan, Sidoarjo, Selasa malam, 20 Mei 2014. (Ditentang Banyak Pihak, Mahfud: Saya Dielu-elukan)

    Menurut Mahfud, tawaran itu tidak perlu diperbincangkan karena tidak akan pernah menarik. Pasalnya, ketika meminang satu tokoh dalam politik, pasti akan disertai transaksi jabatan. Meskipun mereka bilang tidak ada transaksi jabatan, ujar dia, dibalik penawaran itu sudah pasti ada jabatan yang dijanjikan. "Hanya soal caranya saja yang berbeda."

    "Karena ini politik, jadi tidak mungkin dalam koalisi tidak ada transaksi," tutur Mahfud. Ditanya mana yang lebih baik antara Jokowi-Jusuf Kalla dan Prabowo-Hatta Rajasa, dia menjawab keduanya sama saja. Dia menegaskan tidak ada yang lebih baik di antara keduanya. Sebab, dalam menentukan sikap dan memilih pasangan calon presiden-wakil presiden selalu ada permainan di belakang.

    Namun begitu, pada prinsipnya, Mahfud lebih menyukai pasangan Prabowo-Hatta jika dilihat dari kualitas dan integritasnya dalam pemilihan presiden 9 Juli mendatang. "Masalah suka atau tidak, itu wajar dalam politik."

    Mahfud Md. sudah dihubungi dan diajak Prabowo Subianto untuk menjadi anggota tim suksesnya dalam pemilihan presiden mendatang. Namun Mahfud belum bisa memastikan kesiapannya untuk mendukung pasangan Prabowo-Hatta karena ingin meminta pendapat beberapa ulama.

    Sejak Selasa kemarin, Mahfud mendatangi beberapa ulama di Jawa Timur untuk konsultasi dan pamitan guna mendukung pasangan Prabowo-Hatta.

    MOHAMMAD SYARRAFAH

    Berita Terpopuler:
    Pengamat: Hanya Dua Poros Capres, Jokowi Untung  

    Chairul Tanjung Larang Pembelian Kendaraan Dinas  

    Sperma Tertua di Dunia Ditemukan di Australia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.