Khofifah Sebut Jubir Jokowi Bukan Jabatan Politis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden dari PDI-Perjuangan, Joko Widodo berbincang dengan  Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, saat silahturahmi ke rumah tinggal Khofifah, kawasan Jemursari, Surabaya, Sabtu (3/5). TEMPO/Fully Syafi

    Calon Presiden dari PDI-Perjuangan, Joko Widodo berbincang dengan Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, saat silahturahmi ke rumah tinggal Khofifah, kawasan Jemursari, Surabaya, Sabtu (3/5). TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa mengatakan penunjukan dirinya sebagai juru bicara hanya bersifat insidentil. Jabatan itu pun bukan jabatan politis sehingga tidak melanggar peraturan organisasi NU.

    "Ini kan bukan jabatan politik. Tidak ada peraturan organisasi yang dilanggar," kata Khofifah pada wartawan setelah bertemu dengan Joko Widodo alias Jokowi di kediamannya di Jalan Jemursari, Surabaya, Sabtu, 3 Mei 2014. (Baca: Penunjukan Khofifah Jadi Jubir Jokowi Tanpa Syarat)

    Meski dipilih sebagai juru bicara tim calon presiden Jokowi, tapi Khofifah tidak akan menanggalkan jabatannya sebagai Ketua Muslimat NU. Dalam Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD/ART) NU melarang adanya rangkap jabatan, namun Khofifah yakin posisinya sebagai juru bicara Jokowi bukanlah rangkap jabatan.

    Khofifah mengaku belum mengetahui secara detail tugasnya sebagai juru bicara. Ia hanya menduga Jokowi akan memiliki sejumlah juru bicara sesuai dengan teritorial dan segmen masalah masing-masing. Pekan depan, Khofifah dan Jokowi akan kembali bertemu untuk membicarakan masalah tersebut.

    "Saya masih akan konfirmasi ke tim inti, secara spesifik belum ada," ujarnya. (Baca juga: Safari ke Jatim, Jokowi Ziarahi Makam Gus Dur)

    AGITA SUKMA LISTYANTI

    Berita terpopuler lainnya:
    Jokowi Nyapres, Ahok: Kacau-Balau Jakarta Ini
    Tak Serahkan iPod, Boediono Bisa Dijerat Pasal Suap
    Ahok: Jokowi Jangan On-Off


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.