Peluang Aceng Fikri Masuk DPD Cukup Besar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Garut Aceng H.M Fikri meninggalkan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, (25/2) setelah menerima surat keputusan Presiden RI tentang pengesahan pemberhentian Aceng H.M. Fikri sebagai Bupati Garut melalui Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. TEMPO/Prima Mulia

    Bupati Garut Aceng H.M Fikri meninggalkan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, (25/2) setelah menerima surat keputusan Presiden RI tentang pengesahan pemberhentian Aceng H.M. Fikri sebagai Bupati Garut melalui Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO , Bandung - Ketua Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Jawa Barat Endun Abdul Haq mengatakan dari 36 calon calon Dewan Perwakilan Daerah akan dipilih empat nama yang memperoleh suara terbesar senator perwakilan Jawa Barat. “Sesuai Undang-Undang Nomor Nomor 3 Tahun 2012, anggota DPD dipilih dari semua provinsi masing-masing 4 orang,” kata dia kepada Tempo, Rabu, 23 April 2014.


    Dari jumlah itu, empat calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Jawa Barat berpeluang besar masuk Senayan. Mereka adalah pelawak Oni “SOS” Suwarman, pengusaha sekaligus salah satu calon Bupati Sumedang Eni Sumarni, bekas Bupati Garut Aceng Fikri, serta Ketua PW Nahdlatul Ulama Jawa Barat Eman Suryaman. Hasil rekapitulasi sementara untuk 19 daerah, dari 26 kabupaten dan kota di Jawa Barat menunjukkan empat calon ini teratas suaranya. (Baca: Komedian Oni Kalahkan Aceng Fikri di TPS Cikeas )


    Suara tertinggi sementara dari perhitungan suara 19 daerah itu diperoleh Eni Sumarni meraup lebih dari 1,4 juta suara. Suaranya bersaing ketat dengan pelawak Oni Sumarwan yang meraup 1,2 juta suara.  Sementara Aceng Fikri, bekas bupati Garut yang dilengserkan gara-gara kasus nikah kilatnya itu, berada di posisi ketiga dengan suara sementara 737 ribu suara. Suaranya sementara mengalahkan Erman yang meraih 634 ribu suara. (Baca: Aher Sindir Aceng Fikri di Pelantikan Bupati Garut)


    Suara empat calon ini mengalahkan politikus inkumben seperti Ela M Girikomala, Suharna Surapranata, Nu'man Abdul Hakim, serta Syarif Bastaman.


    <|---more--->


    Hingga pukul 3 sore, penghitungan suara di KPU Jawa Barat hari kedua, Rabu, 23 April 2014, menyisakan 7 daerah yakni Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bandung, Purwakarta, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, serta Kabupaten Bandung. Total pemilih sementara menembus 12,9 juta suara. Dengan rincian suara sah 11,9 juta suara, dan suara tidak sah 936 ribu suara.


    Endun memperkirakan  dari 36 calon senator dari Jawa Barat itu, baru dua orang yang terlihat punya kans kuat melenggang ke Senayan, yakni Eni dan Oni. “Dari hasil input (data sementara) kabupaten/kota walaupun tidak di semua daerah mereka unggul,” kata dia.  Dia masih belum yakin dengan perolehan suara Aceng dan Suryaman dapat merebut dua tiket terakhir menjadi Senator. Dia beralasan, perolehan suaranya masih fluktuatif. (Baca: Jadi Tersangka, Aceng Fikri Masih Boleh Nyaleg )


    Iwan Gebro, saksi calon DPD Aceng Fikri mengatakan, dari perhitungan Formulir C1 hasil rekapan suara di Tempat Pemungutan Suara, Aceh masuk 3 besar. “Tapi belum semuanya. Yang resmi kan di sini,” kata dia kepada Tempo.


    Sementara saksi calon senator Oni Suwarman, Elan Heryanto Heryana, mengatakan dari hitungan tim sukses mendapati calonnya mendapat raihan suara terbesar. “Insya Allah nomor 1. Suaranya sekitar 2 juta lebih,” kata dia.


    Elan mengatakan pesaing terkuat di posisi kedua untuk perolehan suara adalan Eni Sumarni. Adapun posisi ketiga dan keempat, menurut dia, masih diperebutkan beberapa nama selain Aceng. Anggota tim sukses Eni Sumarni, Budiman Toko, mengatakan berdasarkan hitungan sementara dari Formulir C1 calonnya berada di urutan kedua.


    Rapat pleno di KPU Jawa Barat hingga berita ini disusun belum tuntas. KPU Jawa Barat menggelar Rapat Pleno penghitungan suara sejak Selasa, 22 April 2014.


    Anggota KPU Jawa Barat Endun Abdul Haq optimis penghitungan suara tuntas Rabu, 23 April 2014. Selanjutnya hari ketiga, Kamis, Rapat Pleno akan di isi oleh pembahasan sengketa selisih penghitungan suara.

    AHMAD FIKRI


    Baca juga:
    Eko Patrio dan Muhaimin Keok di Kota Madiun  
    Korupsi E-KTP, KPK Geledah Ditjen Kependudukan
    Jokowi Usul Dirjen Pajak Jadi Kementerian  
    Adu Mulut dengan Caleg, Ketua KPU Bima Pingsan  
    Banyak Calon Legislator Curi Suara Partai
    Sugiharto, Pejabat yang Jadi Tersangka Kasus E-KTP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.