Muhaimin Cawapres, Rhoma Irama: Cuma Canda Politik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden dari PKB, Rhoma Irama menghibur simpatisan yang memadati kampanye Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dilapangan Pacuan Kuda, Pulomas, Jakarta Timur (24/3). TEMPO/Nurdiansah

    Calon presiden dari PKB, Rhoma Irama menghibur simpatisan yang memadati kampanye Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dilapangan Pacuan Kuda, Pulomas, Jakarta Timur (24/3). TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Musikus dangdut Rhoma Irama bersikukuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sampai saat ini masih mengusung dirinya sebagai calon presiden 2014-2019. Rhoma membantah kabar yang menyebutkan usulan PKB mengusung ketua umumnya, Muhaimin Iskandar, sebagai calon presiden atau calon wakil presiden.

    "Itu isu, seperti 'jokes' politik saja," kata Rhoma kepada wartawan di kediamannya di Jalan Pondok Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 14 April 2014. Rhoma mengklaim telah bertemu Muhaimin, Ahad malam. Dalam pertemuan itu keduanya membahas isu wacana mendorong Muhaimin sebagai capres atau cawapres. (Baca: Rhoma: Lonjakan Suara PKB Bukan Efek Saya)

    "Beliau sambil tertawa-tawa, itu tidak benar." Rhoma meminta media dan masyarakat tak perlu menanggapi wacana tersebut. Raja musik dangdut itu menegaskan sampai saat ini PKB masih memutuskan untuk mengusung dirinya sebagai calon presiden. "Tidak benar kalau Cak Imin mau tinggalkan Rhoma." (Baca juga: Jokowi: Koalisi PDIP-PKB Mentok di Cawapres)

    Sebelumnya, Ketua Fraksi PKB Marwan Jafar mengatakan usulan mendorong Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menjadi calon wakil presiden. Marwan mengatakan, bila Muhaimin menjadi cawapres akan memberi kebanggaan untuk PKB. Walhasil rencana awal PKB mengusung Rhoma sebagai calon presiden bakal terganggu.

    INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Terjun Ke Platform Game Dengan Stadia

    Phil Harrison memperkenalkan platform game milik Google yang diberi nama Stadia pada acara Game Developer Conference. Seperti apakah layanan baru itu?