Ruhut: Demokrat Boleh Kalah, Jet RI 1 Tetap Biru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul. ANTARA/Andika Wahyu

    Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan partainya sudah siap menerima kekalahan pada pemilu legislatif kali ini. Menurut Ruhut, meskipun kalah, partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono tetap merasa puas dengan raihan sekitar 10 persen suara versi hitung cepat sejumlah lembaga survei. (Baca: Hasil Lengkap Hitung Cepat Pemilu 4 Lembaga Survei)

    Angka ini, kata dia, mematahkan pesimisme sejumlah pengamat yang memprediksi Demokrat hanya bisa meraup sekitar 5 persen suara. "Sesuai permintaan Pak SBY, kami harus bisa memberi selamat pada yang menang. Dan bagi yang kalah, anggap sebagai kemenangan yang tertunda," kata Ruhut saat dihubungi, Kamis, 10 April 2014. (Baca juga: Apa Sebab Suara Demokrat dan PKS Jeblok).

    Demokrat, kata Ruhut, juga terbukti bisa bangkit dari terpaan isu korupsi yang sempat merontokkan elektabilitasnya. Dia yakin Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, tetap menjadi king maker penentu dalam pemilihan presiden nanti.

    Perolehan suara yang didapat partai Presiden SBY itu, kata Ruhut, merupakan bukti partainya masih dicintai masyarakat. "Partai Demokrat boleh kalah, tetapi pesawat Presiden RI (catnya) tetap (berwarna) biru," kata Ruhut menganalogikan keberadaan partainya dengan pesawat Kepresidenan yang baru didatangkan dari Amerika Serikat. "Tak akan mungkin diganti dengan merah atau putih." (Baca: Mengapa Pesawat Presiden RI Didominasi Warna Biru?)

    Pesawat Kepresidenan jenis Boeing 737-800 Business Jet 2 Green memang tiba di Base Ops Landasan Udara TNI Angkatan Udara, Jakarta, Kamis, 10 April 2014. (baca: Kontroversi Pesawat Kepresidenan RI). Pesawat ini dibeli dengan harga US$ 89,6 juta atau Rp 847 miliar. Harga ini termasuk proses fabrikasi dan modifikasi selama lima tahun. Pembayaran dilakukan melalui skema kontrak tahun jamak pada 2010-2014.

    IRA GUSLINA SUFA

    Berita Terpopuler

    Dahlan Sebut Konvensi Demokrat Sudah Tak Relevan
    Golput Pemenang Pemilu 2014, Bukan PDIP
    Jokowi Seleksi Tiga Nama Cawapres
    Suara Gerindra Melambung, Sekjen: Ini Efek Prabowo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H