Nyoblos, Menteri Purnomo Jalan Kaki Ditemani Cucu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Purnomo Yusgiantoro. TEMPO/Dasril Roszandi

    Purnomo Yusgiantoro. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro berangkat ke tempat pemungutan suara (TPS) 001 di Jalan Widya Chandra IV, Jakarta Selatan, berjalan kaki. Hal ini berbeda dengan beberapa pejabat lain yang sebelumnya juga mencoblos di tempat tersebut.

    "Ya rumah saya kan dekat, hitung-hitung sambil joging," kata Purnomo ditemui seusai mencoblos, Kamis, 9 April 2014. Menggunakan batik merah, Purnomo, istri, dan beberapa anggota keluarganya tiba di TPS sekitar pukul 11.00 WIB. Selain bersama istri dan anak, cucu, Purnomo juga terlihat ikut ke tempat pencoblosan. Rumah Purnomo yang terletak di Jalan Widya Chandra III Nomor 8 memang tak jauh dari TPS, dari lokasi pencoblosan jaraknya hanya sekitar 200 meter.

    Setelah melakukan pendaftaran, Purnomo langsung antre, namun karena kursi antrean penuh, dia terpaksa duduk di kursi saksi. Dua cucu Purnomo terlihat terus mengikuti kakeknya, bahkan saat masuk ke bilik suara, mereka masih terus menguntit. (Baca: Menteri Purnomo: MH370 Tak Lewati Udara Indonesia)

    "Ini buktinya bapak Purnomo dan ibu Purnomo tidak golput," ujarnya seusai mencoblos, sambil menunjukkan jari kelingkingnya kepada wartawan. Walaupun sempat ada gangguan di Papua dan Aceh, Purnomo menjamin pemilu tahun ini berlangsung aman.

    Selain Purnomo, sebelumnya Ketua Mahkamah Agung, Hatta Ali, juga mencoblos di tempat yang sama. Hatta dan istri datang ke tempat tersebut sekitar pukul 09.30 WIB menggunakan mobil. Adapun Manteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi juga mencoblos sekitar pukul 10.10 WIB di Widya Chandra, bedanya Gamawan mencoblos di TPS 002.

    FAIZ NASHRILLAH

    Berita Terpopuler
    4 Maklumat Jokowi Jelang Hari Pencoblosan 
    Ical: Tak Ada Ganti Rugi di Lapindo 
    Sepekan lagi, SBY Nikmati Pesawat Baru 
    H-1 Pemilu Legislatif, RI-1 Bertemu DKI-1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.