Atasi Kecurangan, Warga Disarankan Tak Golput  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membuat dekorasi dengan konsep pesta pernikahan untuk Pemilu Legislatif di TPS 11 di kawasan Jl. Pandan Kelurahan Klojen Malang, Jawa Timur, Selasa (8/4). TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Warga membuat dekorasi dengan konsep pesta pernikahan untuk Pemilu Legislatif di TPS 11 di kawasan Jl. Pandan Kelurahan Klojen Malang, Jawa Timur, Selasa (8/4). TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi, Very Junaidi, menyarankan masyarakat menggunakan hak pilihnya untuk mengatasi kecurangan pada pemilihan umum. Menurut dia, hal ini dilakukan agar surat suaranya tak dicoblos oleh orang lain. "Kalau tak digunakan, bisa saja digunakan pihak lain," katanya saat dihubungi, Rabu, 9 April 2014.

    Very mengatakan kecurangan seperti ini bisa terjadi di tempat pemungutan suara yang minim pengawasan, seperti di daerah. Surat itu berpotensi digunakan oleh panitia pemungutan suara untuk memenangkan salah satu calon anggota legislatif. "Karena itu, penting datang sehingga surat suara terpakai," ujarnya. (Baca: 4 Maklumat Jokowi Jelang Hari Pencoblosan).  

    Dihubungi secara terpisah, anggota Komisi Pemilihan Umum, Arief Budiman, juga meminta agar masyarakat menggunakan haknya untuk memilih. Menurut dia, suara masyarakat akan menentukan nasib bangsa. "Penting untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik," ujarnya. (Baca: Surat Terbuka SBY Jelang Pencoblosan).  

    Arief mengatakan panitia pemungutan suara akan menunggu warga pada pukul 07.00-13.00. Jika melebihi jam tersebut, petugas tidak akan melayani. "Jadi, jangan sampai jauh-jauh datang tapi tak bisa mencoblos," ujarnya. (Baca pula: Pemilu, Gerai-gerai Ini Gelar Promo). 

    NUR ALFIYAH

    Berita Terpopuler
    Kata Jokowi Soal Aliran Duit Busway Karatan ke Anaknya
    Maksud Prabowo Sebut Pemimpin Jakarta Penipu 
    Ada Jokowi, Media Asing: Pemimpin Tua Beristirahat  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.