Kecewa Jokowi, Pro-Mega Boikot Kampanye PDIP  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden PDI Perjuangan dan juga Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menulis sedikit untuk orasi atau pidatonya sebelum memulai kampanyenya di Bandar Lampung, Lampung (22/3). Jokowi dijadwalkan akan menjadi juru kampanye Pemilihan Legislatif PDI Perjuangan disejumlah kawasan diantaranya Lampung Tengah dan Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Setelah sempat batal kampanye di Cimahi Kab. Bandung pada pekan lalu yang akhirnya digantikan oleh Jokowi tiruan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Calon Presiden PDI Perjuangan dan juga Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menulis sedikit untuk orasi atau pidatonya sebelum memulai kampanyenya di Bandar Lampung, Lampung (22/3). Jokowi dijadwalkan akan menjadi juru kampanye Pemilihan Legislatif PDI Perjuangan disejumlah kawasan diantaranya Lampung Tengah dan Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Setelah sempat batal kampanye di Cimahi Kab. Bandung pada pekan lalu yang akhirnya digantikan oleh Jokowi tiruan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Malang - Koordinator PDI Perjuangan Pro-Megawati Soekarnoputri (Promeg) Jawa Timur, Bido Swasono menolak berkampanye untuk partai berlambang banteng bermoncong putih itu. Bido mengaku memilih diam setelah PDIP menetapkan Joko Widodo sebagai calon Presiden.

    "Saya tidak turun sama sekali. Sejak awal, saya mendukung Mbak Mega sebagai presiden," kata Bido, Minggu, 30 Maret 2014.

    Menurutnya, ribuan Promeg menyatakan golput alias tak memilih. Bahkan, selama kampanye pemilihan legislatif, mereka tak ikut bergerak. Promeg, kata Bido, khawatir Jokowi akan disetir oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab bila kelak menjadi presiden. Apalagi, katanya, persoalan bangsa sangat pelik dan Jokowi belum punya pengalaman memimpin.

    Menurut Bido, masalah yang dihadapi Indonesia meliputi pengangguran, krisis pangan, korupsi, utang menumpuk dan kekayaan alam yang dikeruk perusahaan asing. Jokowi, kata Bido, dianggap tak memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. "Ini bahaya sekali. Bagaimana Jokowi akan menyelesaikan masalah ini," katanya.

    Bido mengungkapkan bahwa  sejak sepuluh bulan lalu beredar fotocopy surat pemecatan dirinya dari PDIP. Anehnya, kata Bido, ia belum menerima surat pemecatan serta alasan dirinya dipecat dari partai yang pernah mengantarnya menjadi anggota DPRD Kota Malang periode 2004-2009 itu. "Sejumlah kawan mengajak saya kembali berkiprah di PDIP serta melupakan surat pemecatan itu," katanya.

    Sekretaris PDIP Kota Malang Prijatmoko Oetomo tak bisa dihubungi untuk dimintai konfirnasi pemecatan Bido. 

    EKO WIDIANTO

    Baca juga:
    Wajah Tirus Aurel, Ini Kata Pakar
    Ada Lelucon Tender BUMN di Ketoprak Dahlan Iskan  
    Spanduk 'Moyes Out' Terbang di Langit Old Trafford  
    4 Perwira Pengeroyok Dokter TNI AU Jadi Tersangka
    Ketoprak BUMN, Dahlan Iskan Disindir Soal Pemilu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.