KPK Soroti Fasilitas Pesawat Dipakai Kampanye SBY

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ani Bambang Yudhoyono menyalami para simpatisan saat Kampanye Terbuka Partai Demokrat di Lapang Talaga Mulya, Karawang, Jawa Barat. (21/3). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Ketua umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ani Bambang Yudhoyono menyalami para simpatisan saat Kampanye Terbuka Partai Demokrat di Lapang Talaga Mulya, Karawang, Jawa Barat. (21/3). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Zulkarnain mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono semestinya tidak memakai fasilitas negara saat berkampanye untuk Partai Demokrat. Sebab, sebagai petinggi negara, SBY harus memiliki integritas yang tinggi pula.

    "Dari segi etika pejabat publik dan kelembagaan yang dituntut berintegritas tinggi, perlu dihindarkan hal seperti itu," kata Zulkarnain melalui telepon, Sabtu, 29 Maret 2014. (Baca: SBY Datang, Massa Demokrat Sibuk Adu Jotos  )

    Zulkarnain mengakui tindakan SBY--yang juga Ketua Umum Demokrat--menggunakan pesawat negara untuk kampanye bisa diperdebatkan dari segi aturan. Pasalnya, SBY sebagai presiden punya keistimewaan protokoler yang melekat. Namun tetap saja, kata Zulkarnain, SBY seharusnya menghindari langkah tersebut karena tak elok dari sisi etika.

    Sebelumnya, Wakil KPK Busyro Muqoddas juga telah mengecam pemakaian fasilitas negara dalam kampanye SBY untuk Partai Demokrat. "Itu efek akibat Presiden aktif di partai politik, apalagi (sebagai) ketua umum," ujarnya.

    Menurut Busyro, karena SBY merangkap jabatan sebagai pemimpin Partai Demokrat, ia melakukan tindakan tak etis dan sulit membedakan mana yang fasilitas negara dan mana yang bukan. "Juru kampanye oleh Presiden dan menteri-menteri membuktikan kurang pekanya (mereka) terhadap problem-problem korupsi," kata Busyro.

    Beberapa hari lalu, setelah memimpin rapat terbatas di Istana Negara, SBY terbang dengan pesawat komersial ke Lampung untuk mengkampanyekan partainya. Istana mengakui bahwa perjalanan itu dibiayai oleh negara. "Perjalanan Presiden dari satu titik ke titik lainnya itu tak lepas dari posisinya sebagai Presiden, termasuk pesawat itu," ujar Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto di Bandara Halim Perdanakusuma, Jumat, 28 Maret lalu. (Baca: Beli Pesawat Rp 431 Miliar, SBY Dianggap Hedonis)

    Djoko mengatakan perjalanan SBY itu menjadi tanggungan negara karena posisi Presiden yang tak bisa dilepaskan. Begitu Presiden sampai di lokasi acara dan berganti seragam Partai Demokrat, partailah yang bertanggung jawab. (Baca: Macam-macam Pesawat Kepresidenan Indonesia)

    BUNGA MANGGIASIH

    Berita Terpopuler
    Akhirnya Polisi Temukan Bayi dan Penculiknya  
    Penculik Bayi Bandung Sempat Mau Bunuh Diri
    Ke Suami, Penculik Mengaku Baru Lahirkan Bayi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.