Jokowi Disebut Capres Wayang, PDIP: Dalangnya Rakyat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi saat kampanye PDIP di Jakarta (16/3). The Asahi Shimbun via Getty Images

    Jokowi saat kampanye PDIP di Jakarta (16/3). The Asahi Shimbun via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto membantah calon presiden yang diusung partai, Joko Widodo sebagai wayang dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Dia mengatakan, partainya membentuk pemimpin yang mempunyai prinsip ketuhanan, perikemanusiaan, negara kebangsaan, dan persatuan dalam musyawarah demi mewujudkan keadilan sosial. (Baca: Jokowi Diserang Isu SARA di Dunia Maya)

    "Kalau dianggap wayang, dalangnya adalah rakyat," kata Hasto ketika diskusi di Polemik Sindo bertajuk 'Siapa Dalang dan Wayang Capres 2014', Sabtu, 29 Maret 2014. Dia mengatakan pemimpin harus mengikuti kehendak rakyat. Kebijakan yang dibuat berdasarkan suara masyarakat, ujar Hasto. (Baca: Pengamat Anggap Jokowi Bukan Capres Boneka)

    Terkait dengan kritikan yang ditujukan ke calon presidennya, Hasto mengatakan partai menganggap itu sebagai masukan dan saran untuk lebih baik. Setiap masukan, ujarnya, selalu didiskusikan dengan Jokowi untuk ditindaklanjuti dan dicari solusi terbaik. (Baca juga: Ziarah ke Makam, Jokowi: Doakan Sultan Banten)

    Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto meminta rakyat menetapkan pilihan yang benar saat memilih calon legislator 9 April 2014 nanti. Secara khusus, dia meminta kader Gerindra dan masyarakat tidak memilih calon presiden koruptor serta berwatak sengkuni atau kurawa.

    "Juga jangan memilih capres boneka," ujar Prabowo. Pernyataan ini dinilai menyindir Joko Widodo, calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Jokowi dinilai hanya menjadi kepanjangan tangan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

    SUNDARI

    Terpopuler:
    Kasus Satinah, Pemerintah Tak Sudi Jadi Komoditas
    Akhirnya Polisi Temukan Bayi dan Penculiknya
    Cerita Para Korban MH370


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.