Minggu, 22 September 2019

Caleg Dinasti Politik Dianggap Suka Ingkar Janji  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (kiri) bersama istri Ayunsri Harahap (kanan), menunjukkan bukti selesai menggunakan suara dalam pilkada di TPS 01 SD Mangkura, Makassar,  Selasa (22/1). Hari ini warga Sulsel memberikan hak suara mereka dengan memilih salah satu dari tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Periode 2013-2018. TEMPO/Fahmi Ali

    Calon Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (kiri) bersama istri Ayunsri Harahap (kanan), menunjukkan bukti selesai menggunakan suara dalam pilkada di TPS 01 SD Mangkura, Makassar, Selasa (22/1). Hari ini warga Sulsel memberikan hak suara mereka dengan memilih salah satu dari tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Periode 2013-2018. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Makassar - Sejumlah ketua umum partai politik begitu antusias memasang keluarganya menjadi calon anggota legislatif untuk menduduki kursi DPR dan DPRD dalam Pemilihan Umum 2014. Namun bukan jaminan mereka akan dipilih oleh masyarakat.

    Di Makassar, misalnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Golkar Sulawesi Selatan yang juga Gubernur Syahrul Yasin Limpo memasang anggota keluarganya sebagai calon legsilator, yakni Adnan Puritcha Ichsan Yasin Limpo, Dewi Yasin limpo, Tenri Yasin Limpo, dan Indira Chunda Yasin Limpo. (Baca: Kurang Promosi, Separuh Pemilih Tak kenal Caleg). 

    Humaerah Jaju, warga Makassar, mengaku mengenal calon legislator yang berasal dari keluarga dinasti Limpo itu. "Semuanya saya kenal baik, tapi saya tidak akan pilih. Di antara nama itu, mereka inkumben tapi tidak ada bukti jelas hasil kerja dan posisi mereka sebagai wakil rakyat," katanya kepada Tempo, Kamis, 20 Maret.

    Humaerah lebih memilih mencari calon legislator yang baru dengan harapan serta bukti kerja yang lebih transparan dan inovatif. Ibu satu anak ini mengatakan calon yang sudah dikenal atau inkumben banyak yang sudah tidak bisa dipercaya lagi karena ternyata janji sebelumnya banyak yang tidak ditepati. (Baca: Promo Caleg: Door to Door hingga Bagi Suvenir). 

    "Calon pemilih harus mengetahui latar belakang calon yang akan dipilih, termasuk pekerjaannya. Calon yang baru maju harus rajin mensosialisasikan diri meyakinkan pemilih jika mereka layak dipilih dengan ide atau visi-misi prorakyat dan transparansi," tuturnya.

    Hal senada diamini Iksan. Menurut mahasiswa Universitas Muslim Indonesia itu, calon legislator dari keluarga pejabat atau keluarga dinasti tidak akan dipilihnya. Sebab, mereka hanya mengejar materi tapi tidak memikirkan nasib rakyat. (Baca juga: Caleg Impian: Rajin Blusukan, Royal, dan Ikhlas). 

    Ketika dikonfirmasi, Adnan Puritcha Ichsan Yasin Limpo mengatakan, meski dirinya berasal dari keluarga pejabat, tapi hal itu tidak digunakannya agar dapat dipilih. Karena itulah, kata Adnan, masyarakat diberikan ruang yang cukup luas untuk memilih caleg yang dianggap layak dan pantas.

    "Ayah saya memang Bupati Gowa (Ichsan Yasin Limpo), tapi periode lalu saya tidak mengambil daerah pemilihan ini," ucapnya. Adapun ibunya, Dewi Yasin Limpo, sama-sama calon legislator tapi beda partai. "Jadi tidak ada hubungannya dengan saya." (Lebih jauh soal dinasti politik sila klik di sini

    ARDIANSYAH RAZAK BAKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe