Ini Isi Lengkap Perjanjian Batu Tulis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Surat kesepakatan bersama antara PDI P dan Gerindra, yang pada poin ke-7,  Megawati Soekarnoputi bersedia untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden tahun 2014. Istimewa

    Surat kesepakatan bersama antara PDI P dan Gerindra, yang pada poin ke-7, Megawati Soekarnoputi bersedia untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden tahun 2014. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mengungkit Perjanjian Batu Tulis 2009 yang dia teken bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Calon presiden dari Partai Gerindra ini merasa dikhianati karena partai banteng itu menetapkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai calon presiden, bukan mendukung dia seperti yang tertara pada kesepakatan itu. (Baca: Di Batu Tulis, Prabowo Punya 10 Jatah Menteri).

    Perjanjian Batu Tulis ditandatangani Megawati Soekarnoputri dan Prabowo pada 16 Mei 2009 dengan tujuh poin kesepakatan. Prabowo awalnya ingin peran wakil presiden dikuatkan seperti perdana menteri. Mega menolak usul itu karena dianggap melawan konstitusi. Prabowo menerima kesepakatan karena diberi janji bakal disokong menjadi presiden pada Pemilu 2014 seperti ditulis pada poin ketujuh Perjanjian Batu Tulis. (Baca: Prabowo Merasa Dikhianati Megawati).  

    Berikut ini isi perjanjian Batu Tulis yang dipersoalkan Prabowo itu:

    KESEPAKATAN BERSAMA
    PDI PERJUANGAN DAN PARTAI GERINDRA
    DALAM PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN
    NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA 2009-2014

    Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden
    Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden

    1. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai Gerindera) sepakat mencalonkan Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden dan Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2009.

    2. Prabowo Subianto sebagai wakil presiden, jika terpilih, mendapat penugasan untuk mengendalikan program dan kebijakan kebangkitan ekonomi Indonesia yang berdasarkan azas berdiri di kaki sendiri, berdaulat di bidang politik, dan kepribadian nasional di bidang kebudayaan dalam kerangka sistem presidensial. Esensi kesepakatan ini akan disampaikan oleh Megawati Soekarnoputri pada saat pengumuman pencalonan calon presiden dan calon wakil presiden serta akan dituangkan lebih lanjut dalam produk hukum yang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

    3. Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto bersama-sama membentuk kabinet. Berkaitan dengan penugasan pada butir 2 diatas, Prabowo Subianto menentukan nama-nama menteri yang terkait. Menteri-menteri tersebut adalah Menteri Kehutanan, Menteri Pertanian, Menteri keuangan, Menteri BUMN, Menteri ESDM, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Perindustrian, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri Hukum dan HAM, dan Menteri Pertahanan.

    4. Pemerintah yang terbentuk akan mendukung program kerakyatan PDI Perjuangan dan 8 (delapan) program aksi Partai Gerindera untuk kemakmuran rakyat.

    5. Pendanaan pemenangan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009 ditanggung secara bersama-sama dengan presentase 50% dari pihak Megawati Soekarnoputri dan 50% dari pihak Prabowo Subianto.

    6. Tim sukses pemenangan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009 dibentuk bersama-sama melibatkan kader-kader PDI Perjuangan dan Partai Gerindera serta unsur-unsur masyarakat.

    7. Megawati Soekarnoputri mendukung pencalonan Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden tahun 2014.

    Jakarta, 16 Mei 2009

    SUNDARI SUDJIANTO | FRANSISCO ROSARIANS | WAYAN AGUS PURNOMO | BC

    Topik terhangat:

    Kampanye 2014 | Jokowi Nyapres | Malaysia Airlines | Pemilu 2014 | Kasus Century

    Berita terkait:
    Sindir Megawati, Prabowo: Kalau Manusia...
    Sindir Jokowi, Prabowo: Jangan Pilih Capres Boneka
    Prabowo Sempat Dilarang Berikan Topi ke Kader
    Prabowo Curhat Soal Perjanjian Batu Tulis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.