Ruhut: Jokowi Capres, Indonesia Tunggu Kehancuran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ruhut Sitompul bersama istri Diana Lovita. ANTARA FOTO/Andika Wahyu

    Ruhut Sitompul bersama istri Diana Lovita. ANTARA FOTO/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, tertawa terbahak-bahak saat ditanya ihwal majunya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi sebagai calon presiden. "Emangnya dia bisa menang?" ujar Ruhut di tengah tawanya saat dihubungi Tempo, Jumat, 14 Maret 2014.

    Meskipun Jokowi populer, Ruhut menilai mantan Wali Kota Solo ini tak becus bekerja. "Mengurus Jakarta saja berantakan, ini mau maju jadi capres, mau dibawa ke mana Indonesia ?" ia menambahkan. "Apabila Jokowi sampai menang, Indonesia tinggal menunggu kehancuran." (Baca: Sindiran Ruhut: Jokowi Cuma Modal Wajah Lugu).

    Ditanya kemungkinan Demokrat berduet dengan PDI Perjuangan, partai pengusung Jokowi, pada pemilu legislatif, Ruhut kembali terkekeh-kekeh. "Jangan geer dulu. Kalau kami menang, ya, kami jadi capres," ujarnya. (Baca: Sinisnya Ruhut: Jokowi Anak Kos Kok Nyapres?)

    PDI Perjuangan resmi mengusung Jokowi sebagai calon presiden pada Jumat, 14 Maret 2014. Akun Twitter PDIP mengumumkan pencalonan Jokowi sekitar pukul 14.44 WIB. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri membacakan mandat penunjukan Jokowi didampingi Ketua Badan Pemenangan Pemilu Puan Maharani. (Baca: Jokowi: Bismillahirrahmanirrahim, Saya Siap!).

    Selain menunjuk Jokowi sebagai capres, Megawati memberi tiga perintah harian kepada jajaran PDI Perjuangan. PDIP juga merilis logo pencapresan Jokowi dengan gambar wajahnya serta latar belakang warna merah khas PDI Perjuangan dan tanda pagar #JKW4P lewat Twitter.

    TIKA PRIMANDARI
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.