'Rakyat Cinta Presiden dari Militer'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ruhut Sitompul. ANTARA/Andika Wahyu

    Ruhut Sitompul. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, mengatakan masyarakat Indonesia masih mencintai presiden dari kalangan militer. Buktinya, kata dia, selama enam tahun setelah Orde Baru tumbang, ada pergantian presiden dari kalangan sipil tiga kali. Ketiga presiden tersebut yakni B.J. Habibie, Gus Dur, dan Megawati Soekarnoputri.

    "Rakyat itu cinta tentara. Sipil itu omdo (omong doang)" kata Ruhut di Jakarta, Ahad, 9 Maret 2014. "Percayalah nanti militer yang akan jadi presiden," dia menambahkan.

    Dia mengklaim terjadi kegalauan di antara para pemilih saat ini jika kelak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak lagi memimpin pemerintahan. Ruhut pun yakin tokoh yang nantinya disebut SBY sebagai presiden pasti benar-benar akan menjadi pemimpin pemerintahan periode 2014-2019.

    "Siapa presiden dan wakil presidennya nanti, ya, yang keluar dari mulut Pak SBY, bukan dari siapa-siapa," ujar Ruhut. "Tapi kalau dari feeling saya, ya, Pramono Edhie Wibowo."

    Adapun Ruhut merupakan anggota tim sukses Pramono Edhie, peserta konvensi calon presiden dari Demokrat. Pramono, bekas Kepala Staf TNI Angkatan Darat, merupakan satu dari sebelas peserta ajang pencarian calon presiden dari partai berlambang mirip logo Mercy itu.

    PRIHANDOKO

    Topik terhangat:
    Ade Sara | Malaysia Airlines | Kasus Century | Jokowi | Anas Urbaningrum

    Berita terpopuler lainnya:
    Tersangka Pembunuh Ade Sara Tertawa Saat Diperiksa, Pengacara Bingung
    Faisal Basri: Kesalahan Boediono, Mau Jadi Wapres
    Ternyata Ahok Bisa Disuap
    Ahok: Saya Punya Ambisi Jadi Presiden 
    Jokowi Maju, Gerindra: Ahok Korban Politik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.