SBY Interupsi Debat 'Ngelantur' Konvensi Demokrat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Ani saat berolahraga di Lapangan Sempur kota Bogor (2/3). TEMPO/Deffan Purnama

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Ani saat berolahraga di Lapangan Sempur kota Bogor (2/3). TEMPO/Deffan Purnama

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tiba-tiba mengambil mikrofon dan menginterupsi acara debat Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat. Ia mengeluhkan isi presentasi peserta yang tak sesuai dengan pertanyaan dari pembawa acara, Tina Talisa, mengenai perdagangan bebas.

    "Saya interupsi, mungkin baik dua peserta mengulang jawabannya," kata SBY di 'Debat Peserta Konvensi Partai Demokrat', Ahad 2 Maret 2014.

    SBY menginterupsi karena dua peserta konvensi tak menjawab pertanyaan pembawa acara, yakni Hayono Isman dan Ali Masykur Musa.

    "Saya minta maaf. Salah saya tak cermat mendengar pertanyaannya," kata Hayono.

    Pasca interupsi, Tina mempersilakan Hayono dan Ali mengulang jawaban dengan fokus menjawab tantangan perdagangan bebas. "Sepertinya hanya SBY yang mendengar jelas pertanyaan saya," kata Tina.

    Presentasi 11 peserta konvensi kemudian berjalan lagi, menjawab pertanyaan soal tantangan perdagangan bebas. Hayono berjanji, jika jadi presiden, ia akan mengutamakan kepentingan masyarakat dalam mengeluarkan kebijakan dalam era pasar bebas. Sementara Ali mengklaim akan memperkuat investasi asing di Indonesia dan memberikan subsidi kepada mayarakat.

    Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Ishkan menyatakan akan meningkatkan kualitas dan produksi dalam negeri. Ia akan menetapkan 10 prioritas produksi agar dapat bersaing dalam pasar bebas.

    Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal menyatakan, berhadapan dengan pasar bebas, Indonesia harus berani dan percaya diri. Indonesia perlu memperkuat usaha kecil dan menengah, serta menciptakan regulasi yang lebih ramah bagi pengusaha. "Kalau kita gelisah, kita akan kalah," kata Dino. (Baca:SBY: Survei dan Iklan Tak Cukup Menangkan Pemilu)

    Adapun kandidat lainnya, Gita Wirjawan menyatakan, dalam kurun 20 tahun mendatang, perkiraan konsumsi dalam negeri mencapai Rp 360 ribu triliun. Angka ini yang sedang dibidik banyak negara untuk bisa investasi. Gita berencana untuk menutup kebutuhan konsumsi tersebut dengan produksi dalam negeri sehingga tak melulu impor. 

    Pendapat yang hampir serupa dilontarkan Endriartono Sutarto, Anies Baswedan, Sinyo Sarundayang dan Marzukie Ali. Keempatnya menekankan perlunya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur. Tingginya kualitas SDM akan menghasilkan produksi dengan kualitas tinggi dan bersaing. "Kita menghasilkan produk kampung, tapi kualitas tidak kampungan," kata Anies.

    Sedangkan mantan Kepala Staf Angkatan Darat Pramono Edhie Wibowo menyatakan, pasar bebas adalah fakta dan tantangan yang harus dihadapi. Untuk menghadapinya perlu diperkuat fokus pemanfaatan sumber daya alam. "Jangan ekspor bahan baku," kata Pramono. (Baca: Jokowi Capres, Demokrat Setia dengan Konvensi)

    FRANSISCO ROSARIANS

    Berita Terpopuler
    Di Hotel Sultan, Prabowo Disambut Soetrisno Bachir 
    Ini Penuturan Saksi Penolong Keluarga Tewas Bunuh Diri
    Martino Menghitung Hari di Barca
    Prabowo: Gerindra Belum Tentu Partai Bersih


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...