Jokowi Capres, Demokrat Setia dengan Konvensi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (kiri-kanan) Anis Baswedan, Pramono Eddi Wibowo, Endriarto Sutarto, Sinyo Harry Sarundajang, Gita Wirjawan serta Hayono Isman berdiri di atas panggung untuk berfoto bersama seusai acara Debat Bernegara Calon Presiden Konvensi Partai Demokrat 2014 di Convention Hall, Mall Grand City, Surabaya (13/2).  TEMPO/Fully Syafi

    (kiri-kanan) Anis Baswedan, Pramono Eddi Wibowo, Endriarto Sutarto, Sinyo Harry Sarundajang, Gita Wirjawan serta Hayono Isman berdiri di atas panggung untuk berfoto bersama seusai acara Debat Bernegara Calon Presiden Konvensi Partai Demokrat 2014 di Convention Hall, Mall Grand City, Surabaya (13/2). TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan menyatakan partainya akan konsisten di jalur konvensi dalam menghadapi pertarungan pemilihan presiden. Meskipun, kata Ramadhan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sebagai calon presiden. "Kami yakin pemenang konvensi nanti akan dapat bertarung dengan Jokowi," katanya saat dihubungi, Ahad, 2 Maret 2014.

    Ramadhan mengatakan strategi Demokrat dalam pilpres ke depan yaitu terus mengkampanyekan pemenang konvensi ini. Menurut dia, semua peserta konvensi capres Demokrat merupakan figur yang sama kuat dengan Jokowi. "Mereka punya basis kuatnya sendiri, nanti tinggal kami bantu," katanya. (Baca: Pengamat: Konvensi Demokrat Sulit Kejar Target

    Nama-nama seperti Gita Wirjawan dan Dahlan Iskan, kata Ramadhan, lebih unggul dibandingkan seluruh peserta konvensi. Ramadhan yakin kedua nama ini dapat bersaing dengan nama Jokowi. "Setidaknya berada dekat dengan orang nomor 1 di DKI Jakarta itu," ujarnya.

    Lembaga survei PoliticalWave memperkirakan adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Pramono Edhie Wibowo, harus berjuang keras untuk memenangi konvensi capres Demokrat. Lembaga survei tersebut menilai hanya dua nama dari peserta konvensi yang menarik perhatian publik. Yakni bekas Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan.

    Dalam pemilihan calon legislator mendatang pun, kata Ramadhan, Demokrat tak menganggap satu partai sebagai lawan terberat. Semua partai, kata dia, memiliki kelebihan masing-masing. "Tiap-tiap partai politik punya basis konstituen yang sama kuat." (Baca: Panitia Konvensi Demokrat Salahkan Media)

    Setahun terakhir, nama Jokowi merajai sejumlah hasil survei calon presiden. Namun PDIP, selaku partai pengusung Jokowi saat naik ke kursi DKI 1, masih belum menunjukkan sinyal untuk mendeklarasikan bekas Wali Kota Solo itu sebagai capres. Alasannya, "Menunggu hasil pemilu legislatif terlebih dahulu," kata Wakil Sekretaris Jenderal PDIP kepada Tempo beberapa waktu lalu.

    Jokowi menyerahkan soal pencapresan kepada partainya. "Kewenangannya ada di Ibu Megawati," katanya kepada Tempo beberapa waktu lalu. Sang Gubernur menyatakan masih ingin fokus mengurus permasalahan di Jakarta, seperti banjir, jalan rusak, dan kemacetan.

    AMRI MAHBUB | TIM TEMPO
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.