Bahas Kesiapan Menjelang Pemilu, DPR Bertemu Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo duduk di meja untuk menikmati sarapan setelah mengayuh sepedanya menuju kantornya di Balaikota Jakarta (7/2).  TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo duduk di meja untuk menikmati sarapan setelah mengayuh sepedanya menuju kantornya di Balaikota Jakarta (7/2). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menerima kunjungan kerja anggota Komisi Pemerintahan DPR RI, Senin, 17 Februari 2014. Para anggota Dewan berkunjung untuk mengecek kesiapan DKI dalam menghadapi Pemilihan Umum 2014.

    Rombongan Komisi Pemerintahan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi Agun Gunanjar Sudarsa. Pertemuan yang dilaksanakan di Balai Agung dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama serta jajaran Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Badan Pengawas Pemilu Provinsi, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, dan Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta.

    Dalam pertemuan tersebut, Komisi Pemerintahan meminta penjelasan mengenai daftar pemilih yang bermasalah, kesiapan personel penyelenggara pemilu, serta logistik. "Kami mohon penjelasan mengenai daftar pemilih, kesiapan personel, serta logistik," kata Agun di Balai Agung, Senin, 17 Februari 2014.

    Jokowi mengungkapkan di DKI Jakarta masih ada sekitar 13.182 pemilih yang bermasalah. Menurut Jokowi, 12.311 pemilih di antaranya adalah penghuni lembaga pemasyarakatan. "Pemilih bermasalah ada 13.182 orang," katanya. Adapun KPU Provinsi DKI Jakarta mengatakan telah melakukan verifikasi daftar pemilih tetap hingga enam kali.

    NINIS CHAIRUNNISA

    Berita Lainnya:
    Beredar Foto Sakaw Diduga Roger Danuarta
    Wali Kota Risma Didesak Mundur karena Tolak Tol?  
    Titis, Perencana Keuangan Hilang di Kelapa Gading
    Tiba di Madiun, SBY Disambut Ibas
    KPK Akan Panggil Ulang Catherine Wilson


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.