Anies Baswedan: Kita seperti Suporter Bola  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anies Baswedan. ANTARA FOTO/Novrian Arbi

    Anies Baswedan. ANTARA FOTO/Novrian Arbi

    TEMPO.CO, Surabaya - Anies Baswedan, calon presiden dalam konvensi Partai Demokrat, mengatakan hubungan antara masyarakat dan wakil rakyat saat ini bak suporter dan tim sepak bola. "Ramai betul saat pertandingan, tapi setelah itu masyarakat tidak dapat apa-apa," ujar mantan Ketua Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi tersebut dalam sebuah talkshow bertajuk "Understanding Political Science" di Universitas Airlangga, Surabaya, Ahad, 1 Desember 2013.

    Menurut Anies, hubungan semacam ini harus diubah. Masyarakat Indonesia harus menjadi pelaku atau mengawasi dan mendorong orang baik agar masuk ke politik. "Politik bukan seperti suporter sepak bola, kita perlu terlibat dan mengawasi betul apa yang terjadi, karena kebijakan-kebijakan politik mempengaruhi kehidupan banyak orang," ujar Anies.

    Selain Anies Baswedan, hadir pula Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Unair Abdul Latief Burhan. Abdul setuju dengan pendapat Anies. "Kalau orang baik diam saja seperti penonton sepak bola di kondisi politik seperti ini, maka ia sejatinya dosa karena membiarkan politik kotor," katanya.

    DEWI SUCI RAHAYU

    Baca juga:
    Sitok Dituduh Hamili Mahasiswi, Istri Tetap Setia 
    Polisi Tembak Mati Petinju Nasional di Cipondoh
    Ditanya Soal Gaji, Indra Sjafri Menangis 
    Beredar Surat Terbuka Curhat Putri Sitok Srengenge 
    Nagita Slavina, Jadi Incaran Raffi Ahmad?

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.