3 Poin Kesepakatan Dalam Pertemuan Surya Paloh dan Tiga Ketum KIK

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari Kanan: Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Plt Ketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa di kantor DPP Nasdem, Jakarta, Senin, 22 Juli 2019.

    Dari Kanan: Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Plt Ketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa di kantor DPP Nasdem, Jakarta, Senin, 22 Juli 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G. Plate mengungkapkan tiga kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan antara Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dan tiga ketua umum dari Koalisi Indonesia Kerja (KIK) lainnya di kantor DPP Nasdem, Jakarta pada Senin, 22 Juli 2019.

    Tiga ketua umum tersebut adalah; Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa. Kesepakatan pertama, ujar Johnny, KIK akan mensolidkan barisan untuk selanjutnya menyongsong pemerintahan Jokowi-Ma'ruf 2019-2024.

    "Kedua, koalisi akan menyelesaikan paket MPR secara konsensus internal," ujar Johnny Plate di kantor DPP Nasdem, Jakarta pada Senin malam, 22 Juli 2019.

    Menyelesaikan paket MPR secara konsensus ini, ujar Johnny, sangat diperlukan untuk menjaga soliditas koalisi. Mengingat, paket MPR hanya akan diisi empat pimpinan dari partai politik dan satu pimpinan dari DPD. Sementara, partai KIK yang lolos ke parlemen berjumlah lima partai, yakni; PDIP, Golkar, PKB, Nasdem, dan PPP.

    Artinya, hanya ada empat partai yang bisa masuk dalam paket yang sama. "Maka untuk hal ini, kami akan menyesuaikannya melalui konsensus," ujar Johnny.

    Kesepakatan ketiga, ujar Johnny, empat ketua umum KIK mengesampingkan pembahasan ihwal wacana kemungkinan partai oposisi bergabung ke KIK. "Empat ketum ini mengatakan, jangankan untuk berkomentar, berpikir saja belum untuk memperlebar koalisi," ujar Johnny.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.