Nama-nama yang Dijagokan Partai untuk Menjabat Ketua MPR

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota dewan, duduk diantara bangku kosong karena banyak anggota yang meninggalkan ruangan saat berlangsungnya rapat paripurna, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (24/5). Dalam rapat tersebut Pemerintah mengusulkan memasukkan asumsi lifting gas pada 2013 sebesar 1.290-1.360 juta barel ekuivalen minyak per hari (mboepd) ke dalam asumsi makro Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2013. TEMPO/Imam Sukamto

    Sejumlah anggota dewan, duduk diantara bangku kosong karena banyak anggota yang meninggalkan ruangan saat berlangsungnya rapat paripurna, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (24/5). Dalam rapat tersebut Pemerintah mengusulkan memasukkan asumsi lifting gas pada 2013 sebesar 1.290-1.360 juta barel ekuivalen minyak per hari (mboepd) ke dalam asumsi makro Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2013. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kursi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat menjadi incaran sejumlah partai politik yang lolos ke parlemen. Bukan hanya diincar oleh partai koalisi pemerintahan, kursi Ketua MPR tersebut juga dibidik partai oposisi.

    Kursi Ketua MPR menjadi rebutan sejumlah partai setelah posisi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dipastikan diisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sebagai pemenang pemilu. Berikut daftar partai yang terang-terangan menunjukan minat menduduki kursi tersebut.

    1. Partai Demokrat

    Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Sjarifuddin Hasan menyatakan tak menutup peluang partainya membentuk paket bersama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan untuk menduduki posisi ketua MPR. Dia menilai partainya layak mendapatkan posisi tersebut, mengingat PDIP dipastikan mendapat posisi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat.

    Ia pun mengungkit era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2009-2014. Kala itu, jabatan ketua DPR diisi oleh politikus Demokrat Marzukie Ali, sedangkan ketua MPR diberikan kepada politikus PDIP Taufik Kiemas. "Kalau saja terjadi pengulangan sejarah, saya pikir baik untuk bangsa."

    Sjarifuddin mengatakan partainya punya banyak kader yang mumpuni untuk posiis tersebut. Namun, ia belum mau membocorkan siapa orang yang digadang-gadnag untuk posisi tersebut. "Tinggal menunggu waktunya saja, kapan untuk dimulai lobi-lobi fraksi dan lobi-lobi antarketua umum."

    2.  Partai Gerindra

    Ketua Fraksi Gerindra Majelis Permusyawaratan Rakyat, Fary Djemy Francis berpandangan Ketua MPR cocok dipimpin partai oposisi untuk menjaga keseimbangan. Ia mengungkit pengalaman dalam beberapa periode terakhir bahwa kursi tersebut diduduki oposisi.

    Untuk nama yang dijagokan, Fary menyebut koleganya, Ahmad Muzani layak menempati posisi tersebut. Sekretaris jenderal Partai Gerindra tersebut kini menjabat sebagai wakil ketua MPR. "Pak Muzani selama ini bisa diterima oleh semua fraksi," kata Fary di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 22 Juli 2019.

    Fary menyampaikan nama Muzani diperbincangkan sebagai kandidat ketua MPR di internal Gerindra. Namun dia berujar keputusan terakhir ada di tangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

    3. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan alias PDIP

    Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hendrawan Supratikno menyebut sejumlah nama yang dianggap mumpuni memimpin MPR.  Nama pertama ialah Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah, yang juga menjabat sebagai wakil ketua MPR. Hendrawan menyebut Basarah sebagai dokter Pancasila yang lima tahun mendampingi mendiang Taufik Kiemas, ketua MPR periode 2009-2013.

    Tokoh lain adalah Yasonna Laoly, yang saat ini masih menjabat sebagai Menteri Hukum dan HAM. Sebelumnya Yasonna menjadi sekretaris fraksi PDIP di MPR. Dua nama lain adalah Ketua DPP PDIP Trimedya Panjaitan dan Andreas Hugo Pareira.

    Meski begitu, Hendrawan enggan menyampaikan siapa kandidat yang paling kuat menjadi pimpinan MPR. Dia berujar hal tersebut akan diputuskan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

    4. Partai Persatuan Pembangunan alias PPP

    Partai Persatuan Pembangunan mengincar kursi ketua MPR, karena mereka sudah pasti tidak mendapat jatah posisi ketua DPR. "PPP juga ingin diberi tempat (di MPR), kami kan tidak mendapatkan tempat di DPR," ujar Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani di kantor DPP PPP Diponegoro, Jakarta pada Kamis, 18 Juli 2019.

    Meksi dmeikina, belum ada nama kader PPP yang digaungkan mengisi posisi tersebut. Arsul mengatakan, para ketua umum partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK) harusnya bisa berembuk menentukan paket MPR yang akan diajukan. Di koalisi mereka, ada lima partai yang lolos ke parlemen, yakni PDIP, Golkar, PKB, Nasdem, dan PPP. Sebagai partai pemenang, jatah kursi ketua DPR dipastikan menjadi milik PDIP. Untuk itu, empat partai koalisi Jokowi lainnya berebut kursi ketua MPR.

    Agar tak terus gaduh di media, ujar Arsul, para ketua umum bertemu untuk mencari win win solution.

    5. Golongan Karya alias Golkar

    Ketua Umum Golongan Karya (Golkar) Airlanga Hartarto menegaskan jabatan Ketua MPR merupakan hak Golkar selaku pemilik kursi kedua terbanyak di parlemen. "Kalau partai pertama pegang DPR, maka wajar kalau posisi kedua dipegang Golkar," ujar Airlangga di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Jumat malam, 12 Juli 2019.

    Airlangga mencontohkan, pada pemilu 2004 ketika Golkar menjadi partai pemilik kursi terbanyak di parlemen dan PDIP kedua, kader Golkar menduduki kursi Ketua DPR dan PDIP yang mendapat kursi Ketua MPR. "Ketika Pak Agung Laksono Ketua DPR, maka kami dukung almarhum Taufik Kiemas jadi Ketua MPR," ujar Airlangga. 

    Kini, untuk merebut posisi tersebut, Airlangga mengatakan partainya sudah melakukan lobi-lobi politik. Pembahasan dengan partai-partai di Koalisi Indonesia Kerja, ujar Airlangga, juga sudah dilakukan.

    Adapun Ketua DPP Golkar Andi Sinulingga mengatakan Golkar masih belum menentukan nama untuk mengisi posisi tersebut. Meski begitu, ada beberapa nama yang telah mencuat, mulai dari Aziz Syamsudin, Bambang Soesatyo, hingga Zainuddin Amali.

    6. Partai Kebangkitan Bangsa alias PKB

    Tak mau ketinggalan dari partai koalisi pemerintah lainnya, Partai Kebangkitan Bangsa juga terang-terangan menyatakan keinginannya mengemban posisi Ketua MPR. Bahkan, Ketua DPP PKB Lukman Edy mengatakan ketua umum partainya, Muhaimin Iskandar bakal melobi Presiden Joko Widodo demi mendapat posisi itu. Muhaimin sebelumnya telah meminta restu kepada wakil presiden terpilih, Ma'ruf Amin.

    Muhaimin Iskandar berkali-kali secara terbuka juga mengungkapkan keinginannya menduduki posisi Ketua MPR. "Kalau Mbak Puan (Maharani) Ketua DPR, insyaallah saya Ketua MPR," kata pria yang akrab disapa Cak Imin itu pada Sabtu, 18 Mei 2019.

    7. Nasional Demokrat

    Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Johnny G. Plate menyebut partainya juga punya beberapa kandidat untuk posisi Ketua MPR, salah satunya adalah Lestari Moerdijat atau yang akrab disapa Rerie. Hal itu disampaikan Johnny G. Plate saat dihubungi Tempo, Selasa, 28 Mei 2019.

    Rerie merupakan kader NasDem yang memperoleh suara terbanyak pada pemilihan calon anggota legislatif pusat (DPR RI) di Dapil 2 Jawa Tengah meliputi Kudus, Jepara, dan Demak. Dari hasil rekapitulasi penghitungan suara, Rerie, memperoleh 162.996 suara. Rerie juga Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf.

    Namun belakangan, Ketua Umum Partai NasDem Surya paloh menyatakan mengalah dan mempersilakan partai lain untuk menduduki posisi Ketua MPR

    CAESAR AKBAR | DEWI NURITA | BUDIARTI UTAMI | EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.