Tak Serahkan Bukti, Hakim MK Semprot Pemohon dari Partai Garuda

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman (tengah) bersama Hakim Anggota Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat (kanan), dan Enny Nurbaningsih (kiri) saat memimpin sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Legislatif 2019 Provinsi Jawa Timur di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019. Mahkamah Konstitusi menggelar sidang pendahuluan sengketa Pileg 2019 yang beragendakan pemeriksaan persidangan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman (tengah) bersama Hakim Anggota Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat (kanan), dan Enny Nurbaningsih (kiri) saat memimpin sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Legislatif 2019 Provinsi Jawa Timur di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019. Mahkamah Konstitusi menggelar sidang pendahuluan sengketa Pileg 2019 yang beragendakan pemeriksaan persidangan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) legislatif 2019, Rabu, 10 Juli 2019. Di hari kedua ini, sidang masih dalam tahap pembacaan permohonan dari penggugat.

    Baca: Caleg PAN Tarik Gugatan, Hakim MK Guyon Pemohon Kabur

    Belum lama sidang berjalan pukul 08.00 WIB, salah satu hakim MK, Arief Hidayat, sudah nampak kesal. Hal ini terjadi saat kuasa hukum pemohon dari Partai Garuda, Saleh Kabakoran, membacakan gugatannya.

    Saleh merupakan kuasa hukum Partai Garuda dengan perkara nomor 245-06-19/PHPU.DPR-DPRD/XVII/2019, terkait hasil pemilu legislatif di Nusa Tenggara Timur. Pada mulanya, saat ditanyai majelis hakim, Saleh mengatakan telah menyerahkan seluruh bukti terkait gugatannya.

    Namun Arief langsung memotong dan menyatakan bahwa yang dilampirkan hanya daftar bukti saja. "Saudara belum memasukkan bukti fisiknya, ya? Baru daftarnya saja?" tanya Arief.

    Saleh pun menjawab bahwa bukti fisik baru akan mereka serahkan hari ini. Ia mengaku belum sempat menyerahkan bukti langsung karena keterbatasan akses. Sontak Arief menyemprot Saleh.

    "Anda gimana? Ada tapi kalau di rumah bawa pulang saja, gak usah dibawa ke sini. Anda berbelit-belit dari tadi," kata Arief.

    Arief mengatakan seluruh penggugat sudah menyerahkan bukti fisik mereka sebelum persidangan. Ia mengatakan sikap Saleh menyulitkan jalannya persidangan. "Yaudah sekarang serahkan buktinya. Karena bukti ini harus diverifikasi dan disahkan," kata Arief.

    Baca: Papua Jadi Daerah Terbanyak Ajukan Gugatan Pileg ke MK

    Ini merupakan hari kedua sidang PHPU legislatif 2019 digelar di MK. Untuk hari Selasa hingga hari Jumat ini, sidang diagendakan fokus pada pembacaan permohonan yang berjumlah 260 perkara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.