Kuasa Hukum Partai Berkarya Cabut Gugatan Menjelang Disidang MK

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman (tengah) saat mengikuti sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Legislatif 2019 Provinsi Jawa Timur di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019. Sidang tersebut digelar selama empat hari mulai 9 Juli 2019 hingga 12 Juli 2019 berdasarkan pengelompokan jadwal provinsi yang telah ditentukan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman (tengah) saat mengikuti sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Legislatif 2019 Provinsi Jawa Timur di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019. Sidang tersebut digelar selama empat hari mulai 9 Juli 2019 hingga 12 Juli 2019 berdasarkan pengelompokan jadwal provinsi yang telah ditentukan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa Hukum Partai Berkarya Nirman Abdurrahman memastikan mencabut permohonan gugatan sengketa Pemilihan Legislatif 2019 di Mahkamah Konstitusi. Hal ini dilakukan hanya sesaat sebelum sidang dilaksanakan.

    Baca: Partai Berkarya Bantah Gugat Gerindra 2,7 Juta Suara

    "Secara lisan, kami sudah menyampaikan kepada kepaniteraan Mahkamah Konstitusi, bahwa permohonan yang kami ajukan lewat Partai Berkarya, kami menarik atau mencabut kembali," kata Nirman saat dihubungi Tempo, Selasa, 9 Juli 2019.

    Nirman mengatakan hal itu disampaikan pada panitera sekitar pukul 13.30 WIB. Padahal, agenda sidang gugatannya dimulai pukul 14.00 WIB. Alhasil gugatan Nirman masih ada dalam daftar yang akan disidangkan oleh Majelis Hakim.

    Ketua Panel Hakim 1 Anwar Usman sempat memanggil satu per satu perwakilan kuasa hukum yang akan mengukuhkan sidang. Namun saat sengketa yang diajukan Nirman disebut, tak ada satu pun yang menjawab panggilan Anwar.

    "Dari Partai Berkarya tidak ada?" tanya Anwar. Keheningan di antara peserta sidang membuat Anwar melanjutkan sidang. "Oke, tidak ada ya," kata dia.

    Nirman mengaku tidak datang ke sidang karena merasa cukup memberi tahu panitera bahwa gugatan sudah dicabut. "Mungkin panitera belum menyampaikan kepada hakim. Tapi kami sudah menelpon ke sana dan penarikan sudah kami lakukan," kata Nirman.

    Meski begitu, Nirman mengatakan akan ke MK untuk memberikan surat resmi pencabutan gugatan. Nirman mengatakan alasan utamanya mencabut gugatan adalah karena tak ada pengakuan atas dirinya dari DPP Partai Berkarya.

    "Kami sudah dinilai DPP yang memberikan pernyataan tempo hari, karena kami ilegal katanya. Nah maka kami merasa perlu, karena itu hasil karya kami, sekalian saja kami tarik permohonannya," kata dia.

    Pekan lalu, Ketua DPP Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang telah membantah bahwa pimpinan partainya, dalam hal ini ketua umum dan sekjen, mengeluarkan kuasa hukum kepada Tim Kuasa Hukum Nirman Abdurrahman dkk.

    Baca: MK Tangani 250 Perkara Sengketa Pileg, Berkarya Paling Banyak

    Dalam berkas perkara yang dibuat Nirman dan sudah teregister di MK itu, tertulis bahwa Partai Berkarya menggugat hasil pileg 2019 dengan tuduhan sebanyak 2,7 juta suara mereka dicaplok Gerindra.

    EGI ADYATAMA | DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.