Caleg Gerindra Tuding Rekan Separtai Lakukan Politik Uang Masif

Suasana sidang sengketa hasil pemilihan legislatif 2019 di Mahkamah Konstitusi, Selasa, 9 Juli 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

TEMPO.CO, Jakarta - Calon legislatif Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekarto menggugat rekan separtainya, Rahmat Muhajirin ke Mahkamah Konstitusi terkait hasil pemilihan legislatif 2019. Keduanya maju dari daerah pemilihan Jawa Timur I yang meliputi Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo. Bambang caleg nomor urut 1 sedangkan Rahmat nomor urut 4.

Baca juga: Gerindra Tak Tutup Kemungkinan Prabowo Maju Lagi Pilpres 2024

Dalam permohonannya kepada Mahkamah, Bambang Haryo tak mempersoalkan selisih perolehan suara, tetapi ihwal adanya dugaan politik uang yang dilakukan oleh Rahmat.

"Setelah kami terjun kami cari informasi ternyata memang ada terjadi money politic yang sangat masif di Sidoarjo," kata kuasa hukum Bambang Haryo, Soleh dalam sidang sengketa hasil pemilihan legislatif 2019 di MK hari ini, Selasa, 9 Juli 2019.

Menurut Soleh, kecurangan terjadi secara masif di tiga kecamatan yakni Kecamatan Prambon, Candi, dan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Kata dia, Rahmat Muhajirin mendapatkan perolehan suara fantastis di Kabupaten Sidoarjo yaitu 76 ribu, padahal di Kota Surabaya hanya mendapat 10.732 suara.

Soleh mengatakan kliennya tak mempersoalkan selisih suara lantaran memang terjadi selisih yang tajam sekitar 34 ribu suara. Namun kliennya mengaku heran lantaran sebagai inkumben dikalahkan oleh caleg yang bukan merupakan tokoh partai, artis, atau tokoh masyarakat. Soleh berujar, Bambang sebagai inkumben merasa banyak terjun ke masyarakat, menyampaikan aspirasi masyarakat, dan tampil di media massa baik cetak maupun elektronik.

Dalam perkara ini pemohon meminta MK mendiskualifikasi Rahmat Muhajirin. "Kami mintanya diskualifikasi seperti beberapa putusan Mahkamah di dalam beberapa sengketa hasil pilkada, Yang Mulia," kata Soleh.

Namun hakim MK Arief Hidayat mengatakan poin permohonan ini tak tertuang dalam petitum. Arief mengatakan dalam petitumnya tertulis perolehan suara yang benar menurut pemohon ialah 87 ribu untuk Bambang Haryo dan 30 ribu untuk Rahmat.

"Anda kan mengatakan begitu di petitum angka tiga. Menetapkan hasil perolehan suara yang benar menurut pemohon untuk keanggotaan DPR dapil Jatim satu adalah ini. Lha putusan kami kan kalau mengabulkan sesuai ini kan," ucap Arief.

Baca juga: Gerindra: Pertemuan Prabowo - Jokowi demi Pendukung yang Berkasus

Meski begitu, Arief mempersilakan Soleh menyampaikan petitum yang dimaksudkan pemohon. Merujuk pada sejumlah putusan Mahkamah yang tak sesuai dengan petitum permohonan, Soleh tetap berharap MK mendiskualifikasi Rahmat Muhajirin.

Soleh mengklaim permohonan sengketa hasil pileg ke MK ini telah mendapatkan restu dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani.

Catatan Koreksi:

Judul berita ini telah diganti pada Selasa, 9 Juli 2019 pukul 11.58

Demikian koreksi ini dibuat, kami mohon maaf atas kesalahan dalam judul sebelumnya.






Sandiaga Uno: Siapapun Harus Siap Dicalonkan untuk Pilpres 2024

7 jam lalu

Sandiaga Uno: Siapapun Harus Siap Dicalonkan untuk Pilpres 2024

Sandiaga Uno mengatakan soal suara agar dia menjadi calon presiden atau calon wakil presiden akan berganung pada keputusan partai politik.


Ketua DPD Gerindra DKI Riza Patria Terima Pengunduran Diri Mohamad Taufik

15 jam lalu

Ketua DPD Gerindra DKI Riza Patria Terima Pengunduran Diri Mohamad Taufik

Ketua DPD Gerindra DKI Riza Patria mengatakan Mohamad Taufik mundur karena ingin fokus menjalani pengobatan.


Taufik Mundur dari Gerindra dan DPRD DKI, Riza Patria: Sakit Kanker Paru Menjalar ke Kaki

16 jam lalu

Taufik Mundur dari Gerindra dan DPRD DKI, Riza Patria: Sakit Kanker Paru Menjalar ke Kaki

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan telah menerima surat pengunduran diri Mohamad Taufik.


Ditanya Soal NasDem Sokong Anies Baswedan Jadi Capres, Prabowo: Ini Hari Ulang Tahun TNI

1 hari lalu

Ditanya Soal NasDem Sokong Anies Baswedan Jadi Capres, Prabowo: Ini Hari Ulang Tahun TNI

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto masih enggan mengomentari dukungan resmi dari Partai NasDem kepada Anies Baswedan.


Gara-gara Pantun, Ridwan Kamil Diundang Prabowo ke Hambalang

2 hari lalu

Gara-gara Pantun, Ridwan Kamil Diundang Prabowo ke Hambalang

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil diundang ke rumah Prabowo di Hambalang pada Ahad lalu. Dia sempat membicarakan soal Pemilu dengan Prabowo.


Anies Jadi Capres NasDem, Riza Patria: Saya Pilih Prabowo Subianto

2 hari lalu

Anies Jadi Capres NasDem, Riza Patria: Saya Pilih Prabowo Subianto

"Partai saya, Partai Gerindra bersepakat mengusung Pak Prabowo sebagai capres pada Pemilu 2024," kata Riza Patria


Chad Mundurkan Pemilu Sampai 2 Tahun

3 hari lalu

Chad Mundurkan Pemilu Sampai 2 Tahun

Rencana baru yang disetujui pada Sabtu, 1 Oktober 2022, menyepakati pemilu Presiden Chad mundur selama dua tahun.


Pemilu Brazil Melaju ke Putaran Kedua

3 hari lalu

Pemilu Brazil Melaju ke Putaran Kedua

Pemilu presiden Brazil menuju putaran kedua setelah secara mengejutkan Jair Bolsonaro dan Lula da Silva belum ada yang memenangkan suara mayoritas


Denis Becirevic Unggul dalam Perhitungan Awal Suara Presiden Bosnia

3 hari lalu

Denis Becirevic Unggul dalam Perhitungan Awal Suara Presiden Bosnia

Kandidat moderat Bosnia, Denis Becirevic memimpin dalam pencalonan kursi kepresidenan antar etnis tripartit Bosnia berdasarkan perhitungan awal


Mantan Perdana Menteri Boyko Borissov Maju Lagi di Pemilu Bulgaria

3 hari lalu

Mantan Perdana Menteri Boyko Borissov Maju Lagi di Pemilu Bulgaria

Partai GERB milik mantan Perdana Menteri Boyko Borissov maju dalam pemilu hari Minggu kemarin. GERB diprediksi menang tipis