Pengamat: Tidak Etis Partai Politik Minta Jatah Kursi Menteri

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (kanan) tiba untuk menghadiri Konsolidasi Caleg PKB di Balai Sarbini, Jakarta, Senin 17 Desember 2018. Kegiatan tersebut untuk mempersiapkan para caleg dalam menghadapi Pemilu 2019 sekaligus peringatan haul kesembilan mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (kanan) tiba untuk menghadiri Konsolidasi Caleg PKB di Balai Sarbini, Jakarta, Senin 17 Desember 2018. Kegiatan tersebut untuk mempersiapkan para caleg dalam menghadapi Pemilu 2019 sekaligus peringatan haul kesembilan mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik Universitas Al Azhar Jakarta, Ujang Komaruddin menilai tidak etis partai politik seperti PKB meminta jatah kursi menteri kepada Presiden terpilih Joko Widodo.  "Permintaan 10 kursi menteri oleh PKB kurang etis, terlalu banyak. Dalam sistem presidensial urusan mengangkat menteri adalah hak prerogatif presiden," kata Ujang di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 5/7.

    Baca juga:Berdoa PKB Dapat 10 Menteri, Cak Imin: 9 Juga Alhamdulillah

    Ujang Komaruddin menegaskan Presiden terpilih Jokowi tidak bisa tunduk dan patuh pada permintaan PKB tersebut, karena hak menentukan menteri ada di Jokowi, bukan partai. "Jika ada 34 kementerian, lalu PKB minta 10 kursi menteri, partai lainnya berapa? PDIP dan Golkar yang suaranya di atas PKB pasti minta jatah lebih banyak," ujar dia.

    Dia menyarankan Presiden terpilih Jokowi proporsional membagi jatah kursi menteri dan jangan terpengaruh berbagai permintaan partai politik.

    Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar pernah mengatakan partainya layak mendapatkan jatah kursi menteri dalam kabinet yang akan disusun Jokowi-Ma'ruf. "Insya Allah usulan kami akan mendapatkan perhatian khusus namun saya tidak tahu berapa jumlahnya. Saya tidak berani berharap, berdoa saja," kata Muhaimin sebelum bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 2/7.

    Dia mengaku sudah mengusulkan setidaknya 10 nama calon menteri kepada Presiden terpilih Jokowi.

    Selain PKB, Partai Nasdem pun juga mengusulkan jumlah kursi di kabinet Jokowi-Ma'ruf. Anggota Dewan Pakar Partai Nasdem Taufiqulhadi menilai partainya berhak mendapatkan kursi 11 menteri karena perolehan suara Nasdem di Pemilu 2019 lebih banyak dari PKB.

    "Perolehan suara Nasdem di Pemilu 2019 lebih besar daripada PKB di DPR RI, karena itu sudah sepantasnya Nasdem mengusulkan 11 menteri," kata Taufiqulhadi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 3/7.

    Dia mengatakan saat ini belum ada pembicaraan resmi terkait kursi menteri namun bisa saja Nasdem mempertahankan jumlahnya seperti di Kabinet Indonesia Kerja. Menurut dia, perolehan suara Nasdem di Pemilu 2019 meningkat dibandingkan Pemilu 2014 dan kemungkinan jatah kursi yang diterima bisa bertambah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.