Menteri Milenial, Nama Prananda hingga Nadiem Mulai Disebut-sebut

Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersalaman dengan CEO Go-Jek, Nadiem Makarim, saat menghadiri peluncuran Go-Viet di Hotel Melia, Hanoi, Vietnam, Rabu, 12 September 2018. Peluncuran ini memastikan layanan Go-Viet akan tersedia di 12 distrik di Ho Chi Minh City. (Foto: Biro Pers Setpres)

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johny Gerald Plate mendukung rencana Presiden Joko Widodo menempatkan anak muda di kabinet periode mendatang. Johny mengatakan partainya juga memiliki banyak tokoh berusia muda yang juga memiliki kapabilitas menjadi menteri milenial itu.

Baca juga: Pengamat: Jokowi Bisa Tempatkan Menteri Milenial di 3 Sektor ini

"Bagus, dong, kalau ada generasi muda yang mampu, punya kompetensi untuk jadi menteri," kata Johny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 4 Juli 2019.

Salah satu nama dari Nasdem yang disebut Johny ialah Prananda Paloh, anak Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh yang juga menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Meski begitu, Johny mengklaim partainya tidak dalam kapasitas mengajukan atau menyodorkan calon menteri. Dia mengatakan Nasdem menyerahkan pembentukan kabinet kepada Presiden Joko Widodo.

"Kalau ditanya tokoh muda ya itu tadi tokoh muda. Tapi kami tidak mencalonkan, Presiden nanti yang mengambil tokoh-tokohnya," kata Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin ini.

Sebelumnya, Jokowi mengaku ingin menempatkan menteri muda di kabinet periode kedua mendatang. Keinginan itu pernah diungkapkan Jokowi di hadapan para petinggi partai politik pendukung Jokowi-Ma’ruf, di Restoran Plataran, Menteng, Jakarta Pusat, 18 April lalu.

Setelah ditetapkan sebagai presiden terpilih 2019-2024 oleh Komisi Pemilihan Umum, pembahasan ihwal menteri milenial ini kembali mencuat. Sejumlah pengusaha pun merespons wacana tersebut.

Ketua Komite Tetap Ketenagakerjaan Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Bob Azzam mengatakan menteri muda tersebut sebaiknya berasal dari kalangan profesional. Dia mengatakan calon menteri itu juga harus punya kompetensi dan rekam jejak yang mumpuni.

Senada, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo Shinta W Kamdani pun sepakat dengan usulan Presiden Jokowi terkait menteri muda. Dia mengatakan saat ini banyak anak muda yang memiliki kompetensi mumpuni.

Shinta mengusulkan nama pendiri sekaligus CEO PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek, Nadiem Makarim. Shinta menilai, Nadiem dianggap cocok karena memiliki portofolio yang cukup mumpuni. "Jadi kita tidak hanya melihat dari segi usia, namun juga rekam jejak dan kompetensinya," kata Shinta dalam acara serupa.

Selain itu, Shinta juga menyebut nama Bahlil Lahadalia cocok masuk dalam kabinet sebagai bagian dari menteri muda. Apalagi, kata Shinta, Presiden Jokowi sempat menyebut nama Bahlil sebagai calon kuat. Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau Hipmi tersebut juga dinilai memiliki kompetensi.

Johny mengatakan masyarakat dapat memberikan masukan kepada Presiden. Namun sebagai partai koalisi dia mengklaim Nasdem tak akan menyodorkan nama. "Saya Sekjen partai, masa saya menyebut nama, nanti fetakompli Presiden. Jangan dong," ujarnya.






Jokowi Bertolak dari Medan ke Nias, Pantau Pembangunan Infrastruktur

2 jam lalu

Jokowi Bertolak dari Medan ke Nias, Pantau Pembangunan Infrastruktur

Presiden Jokowi bertolak ke Kota Gunungsitoli, Nias pagi ini dari Kota Medan, Sumatra Utara. Dia juga akan bagikan bansos di Nias Utara.


4 Jenis Pupuk Asal Rusia, Apa Saja Manfaat bagi Tanaman?

3 jam lalu

4 Jenis Pupuk Asal Rusia, Apa Saja Manfaat bagi Tanaman?

Presiden Rusia Vladimir Putin menjamin ketersediaan pupuk bagi Indonesia. Berikut beberapa jenis pupuk asal Rusia dan kegunaannya.


Duta Besar Ukraina Tanggapi Klaim Jokowi Sampaikan Pesan Zelensky ke Putin

4 jam lalu

Duta Besar Ukraina Tanggapi Klaim Jokowi Sampaikan Pesan Zelensky ke Putin

Duta Besar Ukraina untuk Indonesia menanggapi pernyataan Jokowi yang mengaku menyampaikan pesan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ke Vladimir Putin.


Top 3 Dunia: Akun YouTube Angkatan Darat Inggris Diretas dan Gembong Narkoba Dapat Vonis Bebas

13 jam lalu

Top 3 Dunia: Akun YouTube Angkatan Darat Inggris Diretas dan Gembong Narkoba Dapat Vonis Bebas

Berita tentang akun YouTube dan Twitter Angkatan Darat Inggris, yang kena retas, masuk dalam top 3 dunia pada 5 Juli 2022.


Ukraina Berunding dengan Turki dan PBB soal Ekspor Gandum

16 jam lalu

Ukraina Berunding dengan Turki dan PBB soal Ekspor Gandum

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan bahwa negaranya sedang mengadakan pembicaraan dengan Turki dan PBB untuk menjamin jaminan ekspor gandum dari pelabuhan Ukraina.


Listyo Sigit Sebut Polri Kedepankan Pencegahan dalam Pelihara Kamtibmas

18 jam lalu

Listyo Sigit Sebut Polri Kedepankan Pencegahan dalam Pelihara Kamtibmas

Kapolri Listyo Sigit menyampaikan penegakan hukum dilakukan dengan prinsip-prinsip keadilan restoratif


Jokowi Ingatkan Kinerja Polri yang Belum Presisi: Saya Ikuti Pemberitaan Media

20 jam lalu

Jokowi Ingatkan Kinerja Polri yang Belum Presisi: Saya Ikuti Pemberitaan Media

Jokowi menyebut setiap kecerobohan sekecil apapun di lapangan bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.


Hari Bayangkara 2022, Presiden Jokowi Soroti Kepuasan Masyarakat Terhadap Polri

1 hari lalu

Hari Bayangkara 2022, Presiden Jokowi Soroti Kepuasan Masyarakat Terhadap Polri

Presiden Jokowi mengingatkan bahwa masih ada masyarakat yang belum puas dengan kinerja Polri.


Kontroversi Misi Damai Jokowi ke Ukraina dan Rusia

1 hari lalu

Kontroversi Misi Damai Jokowi ke Ukraina dan Rusia

Kontroversi muncul sepulang Presiden Jokowi dari lawatan ke Ukraina dan Rusia, yakni tentang pesan Zelensky ke Putin yang dibantah Kyiv.


Presiden Jokowi Diagendakan Menjadi Inspektur Upacara HUT ke-76 Bhayangkara

1 hari lalu

Presiden Jokowi Diagendakan Menjadi Inspektur Upacara HUT ke-76 Bhayangkara

Presiden Jokowi dijadwalkan menjadi Inspektur Upacara HUT Ke-76 Bhayangkara yang dipusatkan di Kampus Akademi Kepolisian Semarang