Senior Partai Demokrat Kritik Andi Arief, Rachland, dan Ferdinand

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politisi senior Partai Demokrat (PD) Max Sopacua (kedua kanan) didampingi politisi-politisi senior PD lainnya yang tergabung dalam Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD) memberikan keterangan pers di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis 13 Juni 2019. GMPPD memberikan rekomendasi kepada Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono untuk tidak keluar dari koalisi partai pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Politisi senior Partai Demokrat (PD) Max Sopacua (kedua kanan) didampingi politisi-politisi senior PD lainnya yang tergabung dalam Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD) memberikan keterangan pers di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis 13 Juni 2019. GMPPD memberikan rekomendasi kepada Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono untuk tidak keluar dari koalisi partai pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah politikus senior Partai Demokrat menuding beberapa elite partai kerap membuat kegaduhan di tengah masyarakat. Imbasnya raihan suara partai Demokrat di Pemilihan Umum 2019 turun menjadi 7,7 persen.

    Baca juga: Demokrat Siap, Jadi Oposisi ataupun Pendukung Pemerintah

    Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Max Sopacua, menyebut tiga orang yang dianggap kerap memicu kegaduhan. Mereka adalah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Rachland Nashidik dan Andi Arief, serta Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum, Ferdinand Hutahaean.

    "(Mereka) kerap melontarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan marwah, karakter, dan jati diri Partai Demokrat," kata Max dalam konferensi pers di sebuah restoran di Cikini, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019.

    Menurut Max, sikap dan pernyataan tiga orang itu kadang membenturkan Partai Demokrat dengan pihak lain. "Dampaknya ada antipati dan kontraproduktif terhadap Partai Demokrat," ucapnya.

    Max berujar, sikap atau pernyataan tiga orang itu terkesan menyimpang dari jati diri dan karakter Demokrat yang berhaluan Nasionalis Religius. Namun ia enggan merinci sikap atau pernyataan mana saja yang dianggapnya menimbulkan kegaduhan.

    Atas dasar itu, Max meminta ketiganya untuk meminta maaf dan berjanji tidak mengulanginya lagi.

    Baca juga: Gerindra Persilakan PAN dan Demokrat Tinggalkan Koalisi Prabowo

    Saat dihubungi secara terpisah, Rachland Nashidik mengatakan akan menemui para senior ini untuk berkonsultasi. "Saya nanti akan berkonsultasi pada mereka tentang menjaga marwah partai," kata dia lewat pesan singkat.

    Partai Demokrat dalam Pemilu 2019 meraup 10.876.507 suara atau 7,77 persen. Hasil ini menempatkan partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono ini menempati peringkat ke tujuh perolehan suara untuk legislatif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.