Rusuh 22 Mei, BPN Prabowo: Tanggung Jawab yang Provokasi

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Azhar Simanjuntak berbicara kepada awak media saat datang ke lokasi debat kedua capres, di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad, 17 Februari 2019. TEMPO/Syafiul Hadi

    Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Azhar Simanjuntak berbicara kepada awak media saat datang ke lokasi debat kedua capres, di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad, 17 Februari 2019. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN Prabowo), Dahnil Anzar Simanjutak mengatakan kericuhan aksi massa yang memprotes hasil pemilihan presiden 2019 (rusuh 22 Mei) menjadi tanggung jawab pihak yang melakukan provokasi.

    Baca juga: Eks Komisioner KPU: Kubu Prabowo Sulit Buktikan Pemilu Curang

    Hal ini disampaikan Dahnil saat ditanya apakah BPN Prabowo merasa bertanggung jawab atas kericuhan aksi massa, lantaran merekalah yang sejak awal menggaungkan isu people power--yang belakangan diubah menjadi kedaulatan rakyat.

    "Yang bertanggung jawab adalah tentu mereka-mereka yang lakukan provokasi, mereka yang lakukan kekerasan," kata Dahnil di depan rumah Prabowo, Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 22 Mei 2019.

    Dahnil beralasan, sejak awal Prabowo berkomitmen menempuh jalur konstitusional dalam menyikapi hasil pilpres 2019. Dahnil berujar Prabowo juga mendorong dan menghormati masyarakat menggunakan hak demokrasi asalkan sesuai aturan.

    Pernyataan ini berbeda dengan pernyatan Dahnil pada 15 Mei lalu. Saat itu dia menyatakan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak akan menempuh jalur hukum dengan membawa sengketa hasil pemilihan presiden 2019 ke Mahkamah Konstitusi. Dahnil menegaskan mereka tak percaya cara ini akan membuahkan hasil.

    Kata dia saat itu, Prabowo akan Berdoa kepada Allah SWT dan mendengarkan apa yang diinginkan masyarakat terkait hasil pilpres. "Prabowo menyatakan siap berjuang bersama masyarakat," kata Dahnil.

    Baca di sini: Tak Akan Bawa Hasil Pilpres ke MK, Prabowo Pilih 2 Langkah

     

    Lalu terjadi perubahan sikap ketika KPU mengumumkan hasil Pilpres pada 20 Mei.  Kubu Prabowo memutuskan menggugat hasil pemilihan presiden 2019 ke Mahkamah Konstitusi.

    Melanjutkan keterangannya, Dahni mengatakan saat ini Prabowo sedang mendengarkan masukan dari sejumlah tokoh terkait persiapan mengajukan gugatan ke MK tersbeut.

    Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah ini mengimbuhkan, BPN Prabowo-Sandiaga meminta semua pihak menahan diri di tengah situasi saat ini. Dia meminta polisi tak menggunakan persenjataan dalam menghadapi massa. Di sisi lain, Dahnil meminta massa aksi tak mudah melakukan provokasi atau terprovokasi.

    "Jadi kami berharap semua pihak saat ini harus menahan diri baik itu bentuk kekerasan fisik maupun kekerasan verbal," kata Dahnil.

    Massa menggelar aksi protes hasil pilpres 2019 sejak kemarin, Selasa, 21 Mei 2019 di kawasan kantor Badan Pengawas Pemilu. Malam selepas tarawih massa sempat membubarkan diri, tetapi kemudian berdatangan menjelang tengah malam.

    Polisi berusaha memukul mundur massa ke kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Polisi sempat melepaskan gas air mata dan menembakkan senapan, sedangkan massa membalas dengan petasan dan kembang api. Sejumlah orang tak dikenal juga membakar mobil-mobil yang diparkir di depan asrama Brigade Mobil, Petamburan.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pagi ini meninjau ke sejumlah lokasi. Anies menyebut enam orang meninggal akibat bentrokan massa aksi dengan polisi kemarin malam dan 200 orang luka-luka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.